Inter 4-1 Monza: Kualitas Sang Juara Bicara, Nerazzurri Buka Musim 2026-27 dengan Gemilang

Inter Milan mengawali perjalanan mempertahankan gelar Serie A dengan kemenangan meyakinkan. Nerazzurri menghancurkan Monza 4-1 dalam pertandingan pembuka musim 2026-27, meski sempat dibuat kesulitan sepanjang babak pertama.

Kualitas sang juara akhirnya berbicara setelah jeda. Gol-gol spektakuler dari Hakan Calhanoglu dan Francesco Pio Esposito, ditambah kontribusi Piotr Zielinski dan Yann Bisseck, memastikan Inter meraih tiga poin pertama mereka.

Pertandingan ini juga menjadi momen istimewa bagi John Stones, yang akhirnya menjalani debut bersama Inter di Serie A setelah masuk pada babak kedua.

Calhanoglu Buka Musim dengan Gol Spektakuler

Inter langsung menunjukkan ambisi mereka sejak awal pertandingan.

Pada menit ke-6, sebuah serangan yang dibangun dari sisi kanan menghasilkan gol luar biasa. Francesco Pio Esposito menunjukkan kekuatan fisiknya dengan menahan tekanan bek Monza sebelum Andy Diouf mengirimkan bola ke arah Hakan Calhanoglu.

Gelandang asal Turki tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Dari jarak sekitar 25 yard atau kurang lebih 23 meter, Calhanoglu melepaskan tembakan keras yang meluncur tanpa bisa dihentikan dan bersarang di sudut atas gawang Monza.

Gol spektakuler tersebut menjadi gol pertama Inter di Serie A musim ini.

Awal yang sempurna bagi sang juara bertahan.

Monza Tidak Takut Melawan

Meski tertinggal lebih dulu, Monza tidak kehilangan keberanian.

Inter sebenarnya memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan. Salah satunya melalui Nicolò Barella yang melepaskan tembakan melengkung dengan kaki kanan, tetapi bola hanya melintas tipis di atas mistar.

Justru Monza yang kemudian berhasil menyamakan kedudukan.

Pada menit ke-29, Gustavo Varela menerima umpan terobosan Mathis Mout. Penyerang Monza tersebut menggunakan kekuatan tubuhnya untuk mengalahkan Manuel Akanji sebelum melepaskan tembakan diagonal yang mengarah ke sudut bawah gawang.

Josep Martinez tidak mampu menjangkaunya.

Skor berubah menjadi 1-1.

Varela semakin menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan setelah sebelumnya mencetak dua gol pada debutnya di Coppa Italia.

Zielinski Kembalikan Keunggulan Inter

Inter memasuki babak kedua dengan energi berbeda.

Hanya tiga menit setelah pertandingan kembali dimulai, Nerazzurri berhasil mencetak gol kedua.

Federico Dimarco mengirimkan umpan silang berbahaya setelah situasi bola mati. Samuele Pizzignacco mencoba melakukan tinju untuk menghalau bola, tetapi eksekusinya justru tidak sempurna.

Bola liar jatuh di area berbahaya.

Piotr Zielinski berada di tempat yang tepat dan langsung menyambar bola dari tepi kotak penalti.

Inter kembali unggul 2-1.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan.

Setelah itu, dominasi kualitas Inter mulai semakin terlihat.

Francesco Pio Esposito Cetak Gol Kelas Dunia

Jika gol Calhanoglu sudah spektakuler, Francesco Pio Esposito kemudian memberikan momen yang tidak kalah istimewa.

Pada menit ke-55, Andy Diouf kembali memainkan peran penting. Ia berhasil membawa bola hingga garis akhir sebelum mengirimkan umpan tarik ke area dekat tiang.

Esposito membaca situasi dengan sangat baik.

Alih-alih melakukan penyelesaian dengan cara biasa, striker muda tersebut menggunakan sentuhan backheel yang sangat cerdik.

Bola berubah arah dan masuk ke gawang Monza.

Gol 3-1 untuk Inter.

Penyelesaian tersebut memperlihatkan bukan hanya keberanian, tetapi juga insting seorang penyerang.

Esposito menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan ini. Ia kuat dalam duel fisik, mampu menahan bola, dan memberikan ancaman nyata di kotak penalti.

Esposito Kembali Berkontribusi untuk Gol Bisseck

Penampilan Esposito semakin lengkap ketika ia kemudian terlibat langsung dalam gol keempat Inter.

Menerima bola dari Petar Sucic, Esposito kembali menunjukkan kemampuannya menahan bola sambil berada di bawah tekanan lawan.

Ia kemudian mengirimkan bola kepada Yann Bisseck yang bergerak cepat dari lini belakang menuju area tengah.

Bisseck melaju tanpa banyak gangguan dan berhadapan langsung dengan Pizzignacco.

Tembakannya berhasil mengalahkan kiper Monza, meskipun bola sedikit berubah arah setelah mengenai bagian bawah kaki pemain lawan.

Inter 4-1 Monza.

Pertandingan praktis berakhir setelah gol tersebut.

John Stones Akhirnya Jalani Debut

Salah satu momen yang juga ditunggu para pendukung Inter akhirnya terjadi.

John Stones mendapatkan kesempatan melakukan debut bersama Nerazzurri di Serie A.

Bek asal Inggris tersebut sebelumnya hanya berada di bangku cadangan karena belum siap menjadi starter.

Masuknya Stones memberikan kesempatan kepada pemain baru tersebut untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif pertamanya bersama Inter.

Dengan musim yang masih panjang, debut ini menjadi langkah pertama Stones dalam perjalanan barunya di Serie A.

Inter Hampir Cetak Gol Kelima

Inter bahkan masih memiliki peluang untuk memperbesar kemenangan.

Manuel Akanji hampir mencetak gol kelima setelah menyambut sepak pojok Federico Dimarco.

Sundulannya berhasil melewati penjagaan Monza, tetapi bola justru menghantam mistar gawang.

Skor 4-1 pun bertahan hingga peluit akhir.

Kualitas Sang Juara Mulai Terlihat

Kemenangan ini menunjukkan bahwa Inter memang belum kehilangan karakter sebagai tim juara.

Babak pertama berjalan cukup sulit. Monza mampu menyamakan kedudukan dan membuat lini belakang Inter bekerja keras.

Namun setelah jeda, kualitas Nerazzurri mulai terlihat.

Inter mampu meningkatkan intensitas permainan, memanfaatkan ruang, dan memaksimalkan kualitas individu para pemainnya.

Yang paling menarik adalah kontribusi pemain muda dan pemain yang mendapatkan tanggung jawab baru.

Francesco Pio Esposito tampil luar biasa, sementara Andy Diouf memberikan dua kontribusi penting dalam proses terciptanya gol Inter.

Calhanoglu juga langsung menunjukkan kualitasnya dengan gol spektakuler.

Pio Esposito Jadi Sorotan Utama

Dari seluruh pemain Inter, Francesco Pio Esposito layak mendapatkan perhatian khusus.

Striker muda tersebut tidak hanya mencetak gol indah, tetapi juga menunjukkan kemampuan bermain sebagai titik tumpu serangan.

Kekuatan fisiknya membuatnya mampu menahan bola ketika berada di bawah tekanan bek lawan. Ia kemudian mampu menghubungkan permainan dengan rekan-rekannya.

Gol backheel menjadi puncak penampilannya.

Jika performa seperti ini terus berlanjut, Esposito berpotensi memainkan peran yang semakin besar dalam rencana Cristian Chivu musim ini.

Awal yang Ideal bagi Sang Juara

Inter akhirnya membuka musim dengan kemenangan telak.

Inter 4-1 Monza bukan sekadar kemenangan tiga poin. Pertandingan tersebut memberikan sejumlah sinyal positif bagi Cristian Chivu.

Calhanoglu langsung mencetak gol, Pio Esposito menunjukkan potensinya, Diouf tampil menjanjikan di sisi kanan, sementara John Stones akhirnya merasakan debut.

Masih ada banyak hal yang harus diperbaiki, terutama setelah Monza mampu memberikan perlawanan pada babak pertama.

Namun, ketika kualitas individu dan kedalaman skuad mulai bekerja secara maksimal, Inter menunjukkan mengapa mereka masih menjadi salah satu favorit terbesar untuk kembali memenangkan Scudetto.

Susunan Pemain

INTER (3-5-2): 1 Martinez; 31 Bisseck, 25 Akanji (6 Stones 75′), 95 Bastoni; 17 Diouf (11 Luis Henrique 75′), 23 Barella, 20 Calhanoglu (8 Sucic 54′), 7 Zielinski (5 Stankovic 83′), 32 Dimarco; 94 Esposito, 10 Lautaro (14 Bonny 54′).

Pelatih: Cristian Chivu.

MONZA (3-4-2-1): 13 Pizzignacco; 60 Kouadio, 3 Lucchesi (15 Delli Carri 88′), 44 Carboni; 19 Birindelli, 8 Foe Ondoa, 80 Mout (23 Galazzi 70′), 7 Mangas; 28 Colpani (10 Cutrone 70′), 24 Bakoune (11 Forson 70′); 9 Varela (46 Robinson 83′).

Pelatih: Ivan Juric.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*