
AC Monza harus menghadapi masalah besar menjelang dimulainya kompetisi Serie A 2026-27. Matteo Pessina mengalami cedera lutut yang diperkirakan membuatnya harus menepi hingga November mendatang.
Absennya Pessina menjadi pukulan telak bagi Monza. Sang pemain bukan hanya salah satu figur penting di lini tengah, tetapi juga memiliki pengalaman serta kualitas yang sulit digantikan dalam waktu singkat.
Karena itu, manajemen Monza mulai mencari solusi di bursa transfer.
Salah satu nama yang kini berada dalam radar mereka adalah gelandang milik Inter Milan, Yanis Massolin.
Menurut informasi yang dikutip FCInterNews.it, Monza berencana menghubungi Inter dalam beberapa hari ke depan untuk membahas kemungkinan transfer Massolin.
Yanis Massolin Jadi Prioritas Monza
Massolin dinilai sebagai kandidat yang sangat menarik untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Pessina.
Gelandang berusia 23 tahun tersebut kemungkinan besar memang akan meninggalkan Inter Milan dengan status pinjaman. Tujuannya jelas, yakni mendapatkan menit bermain secara reguler dan membuktikan kemampuannya di level tertinggi sepak bola Italia.
Bagi Inter, skema pinjaman dapat menjadi solusi ideal untuk perkembangan sang pemain.
Daripada Massolin hanya menjadi pelapis dan kesulitan mendapatkan kesempatan bermain di San Siro, pengalaman satu musim sebagai pemain reguler di klub Serie A dapat memberikan perkembangan signifikan.
Bagi Monza, situasinya juga menguntungkan.
Mereka mendapatkan pemain muda dengan potensi besar tanpa harus melakukan investasi permanen dalam jumlah besar.
Mengapa Massolin Lebih Cocok daripada Asllani?
Nama Kristjan Asllani sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan Monza.
Namun, berdasarkan perkembangan terbaru, Massolin kini menjadi prioritas utama klub Brianzolo.
Salah satu alasannya adalah karakteristik permainan Massolin yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan Monza setelah kehilangan Pessina.
Massolin memiliki kemampuan bermain sebagai gelandang yang aktif membantu sirkulasi bola, bergerak di antara lini dan memberikan opsi ketika tim membangun serangan.
Bagi Monza, karakter tersebut membuat Massolin dipandang sebagai alternatif yang lebih ideal dibandingkan Asllani.
Meski demikian, bukan berarti nama Asllani sepenuhnya hilang dari pembicaraan.
Dalam negosiasi antara Inter dan Monza nanti, kemungkinan nama Asllani tetap muncul sebagai salah satu opsi.
Namun, untuk saat ini, Massolin berada di posisi teratas dalam daftar prioritas Monza.
Rencana Pinjaman Bisa Untungkan Semua Pihak
Skema yang paling mungkin dibahas adalah pinjaman.
Bagi Massolin, kesempatan bermain reguler di Monza dapat menjadi langkah penting dalam perkembangan kariernya.
Pemain muda membutuhkan menit bermain untuk meningkatkan pengalaman, terutama ketika menghadapi pertandingan kompetitif dengan intensitas tinggi.
Sementara bagi Inter, meminjamkan Massolin bukan berarti menyerah terhadap prospeknya.
Sebaliknya, klub dapat memantau perkembangannya dari dekat dan kemudian mengevaluasi apakah ia sudah siap kembali menjadi bagian dari tim utama.
Model seperti ini juga memungkinkan Inter mempertahankan kendali penuh atas masa depan pemainnya.
Belum ada kepastian apakah kesepakatan dapat langsung tercapai, tetapi arah negosiasinya sudah cukup jelas: Monza ingin Massolin dengan status pinjaman dan Inter akan mengevaluasi proposal tersebut.

Leave a Reply