
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti memberikan penilaian jujur mengenai kekuatan timnya menjelang Derby d’Italia melawan Inter Milan dalam laga uji coba pramusim di Perth, pada Sabtu (8/8/2026), pukul 18.00 WIB.
Pelatih Bianconeri tersebut mengakui bahwa Inter masih berada di level tertinggi Serie A dan meminta anak asuhnya menjadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk belajar.
Meski berstatus pertandingan persahabatan, duel Inter vs Juventus tetap memiliki nilai penting bagi kedua tim dalam mempersiapkan musim baru.
Bagi Spalletti, pertandingan melawan Inter bukan sekadar uji coba.
“Pertandingan seperti ini membantu Anda memahami banyak hal tentang mentalitas tim dan apakah kami bekerja ke arah yang benar,” ujar Spalletti kepada media (via TMW).
Spalletti: Inter Sangat Kuat
Spalletti tidak ragu mengakui kualitas Inter.
Menurutnya, Nerazzurri merupakan salah satu tim paling kuat yang harus dihadapi Juventus. Setelah sebelumnya menghadapi Chelsea dalam rangkaian pramusim, Spalletti melihat duel melawan Inter sebagai kesempatan untuk mengukur perkembangan timnya.
“Inter adalah tim yang sangat kuat seperti Chelsea. Kami harus menjadi sebuah tim di setiap momen pertandingan karena Inter akan menemukan keuntungan jika kami tidak bermain kompak,”
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Spalletti memahami Juventus masih membutuhkan proses untuk mencapai level yang diinginkannya.
Juventus Harus Belajar dari Inter
Bagi Spalletti, pertandingan ini merupakan kesempatan untuk melihat seberapa jauh Juventus mampu bersaing dengan tim terbaik di Italia.
Ia tidak ingin para pemainnya hanya mengejar hasil akhir. Sebaliknya, pengalaman menghadapi Inter harus dimanfaatkan untuk memahami apa yang masih kurang dari Juventus.
“Kami hanya ingin memainkan pertandingan yang bagus melawan tim terkuat di liga kami dan belajar sebanyak mungkin untuk mencapai level mereka,”
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dari konferensi pers Spalletti. Juventus ingin kembali menjadi penantang serius Scudetto, tetapi sang pelatih menyadari bahwa mereka masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.
Kenan Yildiz Akan Mendapat Lebih Banyak Menit
Salah satu kabar yang paling ditunggu adalah kondisi Kenan Yildiz.
Spalletti memastikan pemain muda asal Turki tersebut akan mendapatkan menit bermain lebih banyak dibandingkan pertandingan sebelumnya melawan Chelsea.
“Dia akan bermain lebih banyak dibandingkan pertandingan melawan Chelsea,”
Namun, Spalletti belum memastikan apakah Yildiz akan langsung menjadi starter ketika kompetisi resmi dimulai.
Pelatih Juventus tersebut ingin melihat kondisi fisik sang pemain terlebih dahulu setelah menjalani pertandingan melawan Inter.
“Saya akan melihat setelah pertandingan besok apakah dia akan menjadi starter di liga, tetapi saya pikir saya akan membiarkannya bermain selama satu babak, atau hampir satu babak,”
Dengan demikian, duel melawan Inter menjadi kesempatan penting bagi Yildiz untuk menunjukkan kesiapan fisiknya sekaligus meyakinkan Spalletti mengenai perannya dalam skuad.
Juventus Tak Prioritaskan Alessandro Circati
Spalletti juga ditanya mengenai ketertarikan Juventus terhadap bek Parma, Alessandro Circati.
Pelatih asal Italia itu mengakui Circati sebagai pemain muda yang memiliki potensi.
“Dia pemain muda yang menjanjikan, yang telah menunjukkan banyak kualitas hebat dan tentu bisa menarik bagi klub mana pun,”
Namun, Circati tampaknya bukan prioritas Juventus saat ini.
Spalletti mengungkapkan bahwa klub sedang fokus pada beberapa opsi yang sudah menjadi jalur utama dalam perencanaan transfer.
“Saat ini kami hanya memiliki beberapa jalur kuat yang menjadi fokus dan itu tidak menyangkut dia,”
Salah satu alasan Juventus tidak ingin membuka terlalu banyak opsi adalah kondisi skuad yang sudah cukup gemuk.
Spalletti Tak Khawatir soal Striker 20 Gol
Juventus telah mendatangkan sejumlah pemain di lini depan, termasuk Randal Kolo Muani, Jeff Ekhator, dan Kerim Alajbegovic.
Namun, Spalletti ditanya apakah Juventus masih membutuhkan seorang striker yang mampu menjamin 20 gol dalam satu musim.
Jawabannya cukup tegas.
Menurut Spalletti, Juventus tidak harus bergantung pada satu pemain untuk menghasilkan 20 gol.
“Saya pikir kami telah merekrut pemain yang secara kolektif mampu melampaui angka tersebut. Tidak penting memiliki seseorang yang mencetak 20 gol,”
Pelatih Juventus itu menekankan pentingnya kontribusi seluruh pemain, terutama karena jadwal musim depan akan sangat padat.
Kolo Muani dan Ekhator Jadi Andalan
Spalletti melihat karakteristik yang berbeda dari para penyerang Juventus.
Kolo Muani dinilai memiliki kemampuan kuat dalam bermain di area penalti, sementara Ekhator memiliki beberapa karakteristik sebagai penyerang tengah yang dibutuhkan tim.
Alajbegovic juga disebut sebagai pemain yang memiliki kemampuan mencetak gol.
“Alajbegovic adalah seseorang yang bisa mencetak gol. Kami ingin membantu meningkatkan jumlah gol Kolo Muani,”
Spalletti pun mengaku cukup tenang dengan komposisi lini depan Juventus saat ini.
Tak Ada Dendam kepada Alessandro Bastoni
Pertandingan melawan Inter juga kembali mempertemukan Juventus dengan Alessandro Bastoni.
Pertemuan terakhir kedua tim sempat diwarnai kontroversi setelah aksi Bastoni dan selebrasinya terkait kartu merah Pierre Kalulu.
Namun, Spalletti memastikan tidak ada dendam yang dibawa ke pertandingan kali ini.
“Kami akan terus melakukan apa yang kami lakukan setelah pertandingan tersebut. Kami tidak membuat masalah besar dan tidak membicarakan perilaku para pemain di lapangan.”
Spalletti memilih untuk mengesampingkan kontroversi masa lalu dan mengarahkan perhatian kepada pertandingan.

Leave a Reply