
Anan Khalaili kembali memberikan tanggapan terkait kegagalannya bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim panas ini.
Winger asal Israel itu menegaskan bahwa dirinya berada dalam kondisi fisik yang prima meski kepindahannya ke Giuseppe Meazza harus dibatalkan akibat tidak lolos pemeriksaan medis sesuai regulasi sepak bola Italia.
Sebelumnya, Inter dan Union Saint-Gilloise telah mencapai kesepakatan transfer senilai 25 juta euro plus bonus 5 juta euro. Sang pemain bahkan disebut telah menyelesaikan tes medis bersama Nerazzurri tanpa kendala berarti.
Namun, proses transfer akhirnya batal setelah pemeriksaan lanjutan menemukan adanya indikasi pada fungsi jantung yang tidak memenuhi standar ketat yang diberlakukan di Italia.
Tegaskan Kondisi Prima
Setelah kembali berlatih bersama Union Saint-Gilloise, Khalaili menyampaikan pesan optimistis melalui kanal resmi klubnya.
Pemain berusia 21 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak mengalami masalah kesehatan dan siap kembali tampil di level tertinggi.
“Saya selalu fokus pada karier saya dan selalu percaya pada diri sendiri. Saya akan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa kondisi fisiknya bermasalah.
“Saya merasa baik, saya merasa sehat, saya merasa sempurna. Saya siap bermain, siap berlatih keras, dan memberikan 100 persen,” lanjutnya.
Khalaili Ungkap Rekor Penampilannya
Sebagai bukti bahwa dirinya berada dalam kondisi terbaik, Khalaili menyoroti jumlah pertandingan yang telah dijalaninya selama dua musim terakhir.
“Saya memainkan 99 pertandingan dalam dua tahun terakhir dan hampir selalu bermain selama 90 menit di setiap pertandingan,”
Menurutnya, catatan tersebut menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing di level kompetitif tanpa mengalami kendala fisik.
“Saya merasa sangat baik. Saya berada dalam kondisi terbaik.”
Regulasi Italia Jadi Penyebab Transfer Gagal
Meski Khalaili merasa dirinya sepenuhnya sehat, kegagalan transfer tersebut bukan disebabkan oleh keputusan Inter Milan.
Aturan medis di Italia, khususnya terkait pemeriksaan fungsi jantung, dikenal sebagai salah satu yang paling ketat di dunia sepak bola.
Setelah hasil pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi adanya temuan pada aspek kardiovaskular, otoritas olahraga Italia tidak memberikan izin medis yang menjadi syarat mutlak bagi pemain untuk tampil di Serie A.
Dengan demikian, Inter tidak memiliki kewenangan untuk melanjutkan proses transfer meskipun telah mencapai kesepakatan dengan Union Saint-Gilloise.
Keputusan Ada di Tangan CONI, Bukan Inter
Dalam kasus Khalaili, keputusan akhir berada di tangan Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI) yang bertanggung jawab mengeluarkan sertifikat kelayakan medis bagi atlet profesional.
Tanpa dokumen tersebut, seorang pemain tidak diperbolehkan tampil di kompetisi sepak bola Italia.
Situasi serupa pernah dialami beberapa pemain top dunia.
Christian Eriksen, misalnya, harus meninggalkan Inter setelah dipasangi alat pacu jantung akibat insiden di Euro 2020. Hal serupa juga dialami Edoardo Bove yang tidak dapat melanjutkan kariernya di Italia setelah menjalani prosedur medis serupa.

Leave a Reply