Hamann Kritik Pedas Nagelsmann Usai Jerman Tersingkir: “Seharusnya Panggil Bisseck!”

Kegagalan tim nasional Jerman di Piala Dunia 2026 setelah disingkirkan Paraguay di babak 32 besar memicu gelombang kritik besar terhadap pelatih Julian Nagelsmann.

Salah satu suara paling keras datang dari mantan gelandang timnas Jerman, Dietmar Hamann, yang menilai sang pelatih gagal dalam membangun tim yang solid sekaligus kurang dalam hal observasi pemain.

Dalam wawancaranya dengan RTE Sport, Hamann melontarkan kritik tajam yang langsung menjadi sorotan media Eropa.

Nagelsmann Tidak Cukup Mengamati Pertandingan

Hamann menilai bahwa salah satu masalah utama Jerman adalah kurangnya kebersamaan dan kepercayaan antar pemain di dalam tim.

Menurutnya, hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelatih kepala.

“Saya tidak yakin tim ini benar-benar kompak. Tanggung jawab ada pada pelatih. Tugasnya adalah menyatukan pemain,” ujar Hamann.

Sorotan Tajam: “Dia Tidak Pernah ke Milan Lihat Bisseck”

Pernyataan paling kontroversial dari Hamann adalah ketika ia menyinggung nama Yann Bisseck, bek Inter Milan yang dinilainya layak mendapat kesempatan di tim nasional Jerman.

Hamann mengklaim bahwa Nagelsmann tidak pernah secara langsung memantau performa Bisseck di Italia.

“Dia hampir tidak pernah menonton pertandingan. Dia tidak pernah datang ke Milan untuk melihat Bisseck bermain: seharusnya dia membawanya ke Piala Dunia,” tegas Hamann.

Menurutnya, pemain seperti Bisseck memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing di level internasional, namun tidak mendapat perhatian yang semestinya.

Kritik pada Kurangnya Observasi Internasional

Hamann juga menyinggung bagaimana Nagelsmann dianggap kurang memanfaatkan kesempatan untuk memantau pemain di berbagai kompetisi penting.

Ia menyebut bahwa:

  • Pelatih jarang menonton pertandingan Bundesliga secara langsung
  • Tidak memanfaatkan laga Liga Champions untuk evaluasi pemain
  • Tidak melakukan scouting intensif di turnamen besar seperti Piala Afrika

Menurut Hamann, hal ini membuat pemilihan skuad Jerman menjadi kurang optimal.

“Di Bundesliga, dia mungkin hanya menonton satu atau dua pertandingan per bulan. Ada pertandingan Liga Champions yang melibatkan Real Madrid. Pada bulan Januari ada Piala Afrika, di mana dia bisa saja menonton Pantai Gading dan beberapa calon lawan, tetapi dia tidak pergi ke sana.”

Jerman Tersingkir, Nagelsmann di Bawah Tekanan

Kekalahan dari Paraguay membuat posisi Nagelsmann menjadi sorotan besar di media Jerman dan Eropa.

Ekspektasi tinggi terhadap Die Mannschaft tidak terwujud, dan kegagalan ini membuka kembali perdebatan mengenai:

  • Pemilihan pemain
  • Struktur tim
  • Mentalitas skuad
  • Efektivitas strategi pelatih

Hamann menilai bahwa hasil tersebut adalah konsekuensi dari keputusan yang dibuat sang pelatih.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*