Sommer: Scudetto Inter Memang Indah, Tapi Ada Hal yang Jauh Lebih Berarti

Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling berkesan dalam karier Yann Sommer. Setelah membantu Inter Milan meraih gelar Serie A, kiper asal Swiss itu kini menikmati libur musim panas yang berbeda dari biasanya.

Usai memutuskan pensiun dari tim nasional Swiss, Sommer akhirnya bisa merasakan liburan panjang tanpa harus mengikuti agenda internasional.

Dalam wawancara bersama majalah Swiss, Schweizer Illustrierte, penjaga gawang berusia 37 tahun itu mengenang perjalanan luar biasa bersama Inter Milan, berbicara tentang tim nasional Swiss, hingga mengungkapkan rasa kecewanya atas kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia.

Nikmati Liburan Panjang Setelah Pensiun dari Timnas Swiss

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Sommer memiliki waktu istirahat yang benar-benar panjang.

Selama masih membela tim nasional Swiss, hampir setiap jeda kompetisi selalu diisi dengan pertandingan internasional. Kini, setelah mengakhiri kariernya bersama timnas, ia bisa menikmati masa liburan dengan lebih tenang.

“Ini pertama kalinya saya memiliki liburan sepanjang ini. Saat masih bermain untuk tim nasional, saya tidak pernah bisa menikmatinya. Musim ini sangat panjang, sangat intens. Kami memainkan begitu banyak pertandingan dan melakukan begitu banyak perjalanan. Sekarang saya senang akhirnya bisa sedikit beristirahat,” ujar Sommer.

Menurutnya, padatnya jadwal sepanjang musim membuat waktu pemulihan menjadi sangat penting agar kondisi fisik dan mental kembali segar sebelum memulai musim baru.

Scudetto Inter Milan Bukan Hanya Soal Trofi

Meski sukses mengangkat trofi Serie A bersama Inter Milan, Sommer menilai nilai sesungguhnya dari gelar tersebut bukan hanya soal menjadi juara.

Baginya, yang paling berharga adalah seluruh proses yang dilalui tim sepanjang musim.

“Gelar juara tentu sangat indah. Tetapi yang jauh lebih penting adalah semua kerja keras yang kami lakukan sepanjang tahun. Begitu banyak perjalanan, begitu banyak pertandingan, bahkan begitu banyak kekalahan yang harus kami lewati. Semua itu membuat trofi ini terasa sangat berarti,”

Pernyataan tersebut menggambarkan filosofi Sommer yang lebih menghargai perjuangan kolektif dibanding sekadar hasil akhir.

Bagi mantan kiper Bayern Munich itu, keberhasilan Inter menjadi juara merupakan buah dari pengorbanan seluruh anggota tim, mulai dari pemain hingga staf pelatih.

Tetap Mendukung Tim Nasional Swiss

Meski telah pensiun dari sepak bola internasional, Sommer mengaku rasa cintanya terhadap tim nasional Swiss tidak pernah berubah.

Saat turnamen internasional berlangsung, ia mengaku mulai merindukan rekan-rekan lamanya.

“Saya sudah merindukan teman-teman di tim nasional selama turnamen berlangsung. Saya akan terus mendukung mereka dan berharap mereka menjalani turnamen yang hebat,”

Sommer bahkan berharap bisa bertemu dengan para pemain untuk memberikan dukungan secara langsung.

“Saya ingin berbincang dengan mereka dan mengucapkan semoga sukses. Sekarang saya adalah pendukung terbesar tim nasional Swiss.”

Sommer Sedih Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia

Selain membahas Swiss dan Inter Milan, Sommer juga menyinggung kegagalan Italia mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.

Sebagai pemain yang telah cukup lama berkarier di Serie A, ia mengaku ikut merasakan kekecewaan besar tersebut.

“Kami semua merasa sangat sedih untuk mereka. Saya benar-benar berharap Italia bisa lolos karena sekarang saya tahu betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola di negara ini,”

Sommer juga mengungkapkan simpati kepada para pemain Italia yang dikenalnya secara pribadi.

“Saya pikir ini sangat disayangkan bagi para pemain yang saya kenal maupun bagi seluruh bangsa Italia. Akan sangat luar biasa jika Italia bisa tampil di Piala Dunia.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*