Setelah Sukses di Inter, Thuram Kejar Mimpi Juara Piala Dunia Bersama Prancis

Setelah menikmati berbagai kesuksesan bersama Inter Milan, Marcus Thuram kini mengalihkan fokusnya ke panggung internasional.

Penyerang berusia 28 tahun itu bersiap memulai petualangan bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 dengan satu tujuan besar: menjadi sosok penting bagi Les Bleus dan membantu negaranya meraih gelar juara dunia.

Bagi Thuram, pergelaran akbar Piala Dunia adalah kesempatan untuk membalas kekecewaan masa lalu sekaligus menorehkan sejarah bagi keluarganya.

Dari Inter ke Timnas Prancis: Ambisi yang Belum Tuntas

Sejak bergabung dengan Inter Milan, Marcus Thuram berkembang menjadi salah satu penyerang paling berpengaruh di Eropa. Bersama Nerazzurri, ia telah memenangkan empat trofi dan membentuk duet mematikan dengan Lautaro Martinez di lini depan.

Namun di level internasional, cerita Thuram masih belum sepenuhnya lengkap.

Meski telah mencatatkan 34 penampilan bersama Timnas Prancis, kontribusi golnya masih relatif minim dengan tiga gol. Bahkan sejak November 2023, ia hanya sekali mencetak gol, yakni saat laga persahabatan melawan Kolombia pada Maret lalu.

Meski statistiknya belum terlalu mencolok, peran Thuram dalam skema permainan Prancis tetap dianggap penting.

Adaptasi Demi Tim

Di bawah arahan pelatih Didier Deschamps, Thuram harus menjalani peran yang berbeda dibandingkan saat membela Inter.

Jika di klub ia kerap bermain sebagai penyerang kedua yang bergerak bebas di sekitar Lautaro Martinez, di Timnas Prancis ia lebih sering ditempatkan sebagai penyerang sayap kiri dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1.

Posisi penyerang tengah praktis menjadi milik kapten tim, Kylian Mbappé, sehingga Thuram dituntut untuk beradaptasi dan berkorban demi keseimbangan tim.

Dalam laga uji coba melawan Irlandia Utara, ia menunjukkan kemampuannya menjalankan tugas tersebut dengan baik. Pergerakannya dari sisi kiri beberapa kali merepotkan pertahanan lawan dan memberikan dimensi berbeda dalam serangan Prancis.

Misi Membalas Luka Final 2022

Piala Dunia kali ini memiliki makna emosional yang sangat besar bagi Thuram.

Empat tahun lalu, ia menjadi bagian dari skuad Prancis yang kalah dramatis dari Argentina di final Piala Dunia 2022. Kekalahan itu masih membekas dan menjadi salah satu motivasi terbesar dalam kariernya.

Kini, ia memiliki kesempatan untuk menebus kegagalan tersebut.

Selain itu, Thuram juga ingin mengukir sejarah keluarga. Ayahnya, Lilian Thuram, merupakan bagian dari skuad Prancis yang menjuarai Piala Dunia 1998.

Jika Marcus mampu membawa Les Bleus menjadi juara, keluarga Thuram akan menjadi salah satu keluarga paling bersejarah dalam sepak bola dunia, dengan ayah dan anak sama-sama mengangkat trofi Piala Dunia sebagai pemain.

Mencari Gelar Internasional Pertama

Walaupun sudah merasakan berbagai kesuksesan di level klub, Thuram masih mengejar trofi internasional terbesar dalam kariernya.

Selain kegagalan di final Piala Dunia 2022, ia juga merasakan kekecewaan besar bersama Inter setelah kalah di final Liga Champions musim 2024-25.

Karena itu, turnamen kali ini menjadi kesempatan emas untuk mengubah narasi kariernya.

Dengan pengalaman yang semakin matang dan kepercayaan diri yang tinggi setelah sukses bersama Inter, Thuram berharap bisa menjadi salah satu pemain kunci dalam perjalanan Prancis menuju final.

Potensi Duel Thuram vs Lautaro di Final

Salah satu skenario paling menarik adalah kemungkinan terjadinya duel antara Marcus Thuram dan rekan setimnya di Inter, Lautaro Martínez, jika Prancis dan Argentina kembali bertemu di partai puncak.

Di Inter, keduanya dikenal sebagai pasangan penyerang yang sangat kompak dan dijuluki “Thula” oleh para pendukung Nerazzurri.

Namun di Piala Dunia, persahabatan itu harus disisihkan untuk sementara jika mereka berhadapan sebagai lawan.

Bagi Thuram, itu akan menjadi kesempatan sempurna untuk membalas kekalahan di final 2022. Sementara bagi Lautaro, itu bisa menjadi peluang mempertahankan supremasi Argentina di panggung dunia.

Sejarah Menanti Marcus Thuram

Perjalanan menuju final masih panjang dan penuh tantangan. Namun satu hal yang pasti, Marcus Thuram datang ke Piala Dunia dengan ambisi besar.

Setelah meraih berbagai trofi bersama Inter Milan, kini ia ingin menambahkan gelar paling bergengsi dalam sepak bola ke dalam daftar prestasinya.

Jika berhasil, ia tidak hanya akan mengukuhkan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik generasinya, tetapi juga menempatkan nama keluarga Thuram dalam lembaran emas sejarah sepak bola dunia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*