Valeri: Melawan Inter di San Siro Luar Biasa, Tapi Tidak Ingin Menghadapinya Setiap Pekan

Bermain di kompetisi tertinggi sepak bola Italia merupakan impian banyak pesepak bola muda. Hal itulah yang dirasakan bek kiri Emanuele Valeri, yang kini menjadi salah satu pemain penting di Parma.

Dalam wawancara bersama program Gialloblu Youth Reporters, Valeri berbagi pengalaman menarik tentang kariernya, termasuk kesannya saat menghadapi Inter Milan di stadion legendaris San Siro.

Melawan Inter di San Siro Jadi Pengalaman Istimewa

Valeri mengaku bermain di Serie A merupakan mimpi masa kecil yang akhirnya terwujud. Namun, dari sekian banyak pengalaman yang ia rasakan, menghadapi Inter di San Siro menjadi salah satu yang paling berkesan.

“Bermain di Serie A itu luar biasa, impian yang saya miliki sejak kecil. Bermain melawan Inter, terutama di San Siro itu luar biasa, tetapi tidak selalu mudah. Saya tidak ingin melawan mereka setiap pekan,” ujar Valeri sambil tertawa.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya tantangan yang harus dihadapi ketika berjumpa salah satu klub terkuat Italia, sekaligus menunjukkan rasa hormatnya kepada Inter Milan.

Marcelo, Sosok Inspirasi Sejak Kecil

Ketika ditanya pemain yang menjadi inspirasinya, Valeri tidak ragu menyebut nama legenda Brasil, Marcelo.

Menurutnya, mantan bek kiri Real Madrid itu merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah bermain di posisinya.

“Marcelo selalu menjadi sumber inspirasi bagi saya. Menurut saya, dia adalah salah satu bek kiri terbaik yang pernah ada, meskipun tentu berada di level yang berbeda,”

Gaya bermain ofensif dan kemampuan teknis Marcelo memang menjadi referensi bagi banyak bek modern, termasuk Valeri.

Awalnya Ingin Menjadi Penyerang

Menariknya, Valeri mengungkapkan bahwa saat masih kecil ia sebenarnya tidak bercita-cita menjadi bek.

Ia justru ingin bermain sebagai penyerang karena menganggap mencetak gol adalah hal paling menyenangkan dalam sepak bola.

“Saya ingin menjadi striker karena menurut saya itu posisi yang paling menyenangkan jika bisa mencetak banyak gol.”

Sejak usia enam tahun, sepak bola sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Bahkan, olahraga ini merupakan satu-satunya cabang yang ia tekuni sejak kecil.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*