
Federico Dimarco menikmati musim terbaik dalam kariernya bersama Inter Milan. Bek kiri asal Italia itu menutup musim 2025-26 dengan status MVP Serie A, torehan 18 assist, serta kontribusi besar dalam keberhasilan Nerazzurri meraih Scudetto dan Coppa Italia.
Namun perjalanan Dimarco menuju titik tersebut tidaklah mudah. Dalam wawancara bersama Sky Sport, ia berbicara terbuka mengenai kritik tajam yang sempat menghantam dirinya, luka dari musim sebelumnya, hingga peran besar Cristian Chivu dalam membangkitkan kembali kepercayaan dirinya.
Dimarco Balas Kritik dengan Performa Luar Biasa
Federico Dimarco mengaku masih mengingat komentar-komentar negatif yang menyerangnya di akhir musim lalu.
Ia menyebut banyak pihak mengatakan dirinya:
- Sudah habis
- Layak dijual
- Hanya kuat bermain 35 menit
- Tidak bisa bertahan dengan baik
Menurut Dimarco, komentar tersebut sangat menyakitkan ketika dibaca. Namun alih-alih menyerah, ia menjadikannya bahan bakar motivasi.
Kini, semua kritik itu dibalas dengan:
- Gelar MVP Serie A
- 18 assist (rekor Serie A)
- 7 gol
- Dua trofi domestik bersama Inter
“Saya ingin mendedikasikan penghargaan MVP ini kepada orang-orang yang pada akhir tahun lalu mengatakan bahwa saya sudah habis: mereka bilang saya harus dijual, saya hanya kuat 35 menit, dan saya tidak bisa bertahan. Hal-hal seperti itu, saat dibaca, memang menyakitkan,” ujar Dimarco.
Musim Kebangkitan Inter Milan
Dimarco juga mengakui bahwa musim ini menjadi titik kebangkitan bagi Inter Milan setelah kekecewaan besar musim sebelumnya.
Kekalahan di final Liga Champions dan kegagalan merebut Scudetto meninggalkan luka mendalam di ruang ganti. Menurutnya, setiap kesulitan di awal musim selalu mengingatkan pemain pada rasa sakit tersebut.
Namun Inter berhasil bangkit berkat:
- Kekuatan grup
- Mentalitas tim
- Dukungan internal
- Pengaruh besar Cristian Chivu
“Kegagalan di final Liga Champions lalu menjalani musim seperti itu, sampai harus memperebutkan gelar hingga pekan terakhir dan tersingkir di semifinal Coppa Italia, bukan hal yang mudah. Itu meninggalkan dampak yang sangat besar. Selama musim berjalan, setiap kali menghadapi kesulitan pertama, momen-momen itu kembali terlintas di pikiran. Namun ini adalah musim kebangkitan. Tim berhasil mengeluarkan sesuatu yang luar biasa dan pelatih sangat penting serta menjadi bagian fundamental, terutama di awal ketika ia mengangkat moral kami,”
Peran Besar Cristian Chivu
Dimarco secara khusus memuji Cristian Chivu sebagai sosok penting di balik kebangkitan mental tim.
Ia mengungkapkan bahwa Chivu berbicara langsung kepadanya saat Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat. Sang pelatih memahami bahwa Dimarco sedang kehilangan kepercayaan diri.
Meski tidak menjelaskan detail percakapan tersebut, Dimarco mengaku kata-kata Chivu sangat membantu dirinya menemukan kembali keyakinan dan performa terbaik.
“Ucapan yang dia sampaikan kepada saya lebih baik saya simpan sendiri. Namun sejak Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat, dia langsung mengatakan hal-hal yang tegas, karena dia tahu saat itu saya membutuhkan untuk menemukan kembali kepercayaan diri yang sempat hilang. Perlahan-lahan, dengan kerja keras dan kata-kata itu, saya berhasil mendapatkannya kembali dan menjalani musim ini,”
Rekor 18 Assist yang Bersejarah
Salah satu pencapaian terbesar Dimarco musim ini adalah torehan 18 assist, rekor baru dalam sejarah Serie A.
Meski demikian, sang pemain tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa assist tidak berarti apa-apa tanpa rekan setim yang mampu menyelesaikan peluang menjadi gol.
Menurutnya, keberhasilan itu juga berkat kualitas:
- Striker Inter
- Gelandang yang efektif
- Sistem permainan tim
“Sejujurnya, selama musim berjalan, ketika saya ditanya tentang assist, saya selalu menjawab bahwa tujuan utamanya adalah membantu tim memenangkan liga dan Coppa Italia. Mungkin saat itu saya tidak benar-benar menikmatinya sepenuhnya. Sekarang, setelah musim berakhir, saya bisa mengatakan dengan tenang bahwa itu sangat menyenangkan. Tapi seperti yang selalu saya katakan: memberi umpan adalah satu hal, sementara gol adalah sesuatu yang dibagi dua. Anda butuh pemain yang bisa menyelesaikannya, dan saya beruntung memiliki striker dan gelandang yang jarang melakukan kesalahan,”
Janji untuk Fans Inter Milan
Saat ditanya soal masa depan dan mimpi Liga Champions, Dimarco memilih tidak memberikan janji kosong.
Federico Dimarco menegaskan bahwa ia bukan tipe pemain yang suka berbicara berlebihan.
Namun satu hal yang ia pastikan: Inter akan melakukan segalanya untuk melangkah sejauh mungkin di Liga Champions musim depan.
Pernyataan itu menunjukkan ambisi besar Nerazzurri untuk terus berkembang di level Eropa.
“Berhasil mencapai dua final Liga Champions dalam empat tahun terakhir sudah merupakan sesuatu yang luar biasa, tidak semua orang bisa melakukannya. Saya bangga bermain dengan rekan-rekan saya di tim ini. Saya bukan tipe orang yang suka membuat janji, saya tidak mengatakan bahwa tahun depan kami akan memenangkan Liga Champions, tetapi saya bisa menjanjikan bahwa kami akan melakukan segalanya untuk melangkah sejauh mungkin.”
Simbol Interisti Sejati
Bagi fans Inter Milan, Dimarco kini bukan sekadar pemain penting. Ia dianggap simbol Interisti sejati:
- Produk akademi klub
- Tumbuh bersama Inter
- Bermain dengan emosi dan identitas kuat
- Selalu memberi segalanya di lapangan
Perjalanan dari pemain yang diragukan menjadi MVP Serie A membuat kisahnya terasa semakin spesial.

Leave a Reply