Final Coppa Italia musim 2025-26 ini akan mempertemukan dua tim besar Serie A: Lazio melawan Inter Milan di Stadion Olimpico, Roma pada Kamis (14/5/26) pukul 02.00 WIB.
Laga puncak ini menjadi salah satu pertandingan paling dinanti karena mempertemukan dua tim dengan gaya bermain berbeda dan sejarah rivalitas yang cukup panjang di sepak bola Italia.
Menjelang pertandingan tersebut, analis dan jurnalis sepak bola Italia, Daniele Garbo, memberikan pandangannya yang cukup menarik mengenai peluang kedua tim.
Inter Milan Lebih Favorit, Tapi Tidak Mutlak
Menurut Garbo, Inter Milan memiliki keunggulan jika pertandingan dimainkan dalam format Dua leg. Konsistensi dan kedalaman skuad menjadi faktor utama yang membuat Nerazzurri lebih diunggulkan.
Inter Milan sendiri memang dikenal sebagai tim yang sangat stabil dalam beberapa musim terakhir. Mereka mampu menjaga performa di level tinggi baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Namun Garbo menegaskan bahwa situasi akan berbeda dalam pertandingan final yang hanya berlangsung satu kali.
“Dalam Dua pertandingan Inter lebih favorit, tetapi dalam satu pertandingan semuanya bisa terjadi,” ujar Garbo.
Lazio Bisa Berbahaya Jika Tampil Sempurna
Di sisi lain, Lazio tetap memiliki peluang besar untuk membuat kejutan. Menurut Garbo, kunci utama Lazio adalah bermain tanpa kesalahan dan memaksimalkan momen penting di pertandingan.
Dalam laga final, tekanan, emosi, dan detail kecil sering kali menjadi penentu hasil akhir.
“Jika Lazio memainkan pertandingan sempurna, mereka bisa mengalahkan Inter,” tambahnya.
“Lazio akan benar-benar berbeda. Sarri akan mengganti setengah tim.”
Hal ini menunjukkan bahwa meski secara kualitas Inter lebih unggul di atas kertas, final tetap terbuka untuk kejutan.
Final Sekali Laga: Faktor Mental Jadi Penentu
Final Coppa Italia tidak hanya soal taktik dan kualitas individu, tetapi juga kekuatan mental. Inter datang dengan status favorit, namun itu juga membawa tekanan besar.
Sementara Lazio justru bisa bermain lebih lepas tanpa beban berlebihan. Dalam pertandingan seperti ini, satu momen bisa mengubah segalanya, baik itu gol cepat, kartu merah, atau kesalahan individu.
Faktor ini membuat laga final di Olimpico diprediksi berlangsung sangat ketat hingga menit terakhir.

Leave a Reply