Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu memberikan pujian besar kepada timnya usai kemenangan telak 3-0 atas Lazio di pekan ke-36 Serie A 2025-26, Sabtu (9/5/26) malam WIB.
Dalam konferensi pers setelah laga, Chivu menegaskan bahwa kekuatan utama Inter musim ini terletak pada soliditas tim, bukan hanya individu.
Selain membahas performa tim, pelatih asal Rumania itu juga menanggapi komentar terbaru Jose Mourinho mengenai perbandingan Inter saat ini dengan skuad treble legendaris tahun 2010.
Chivu: Inter Milan Punya Grup yang Fantastis
Kemenangan meyakinkan di Stadio Olimpico semakin memperlihatkan kualitas Inter sebagai juara Serie A musim ini.
Chivu secara khusus memuji semangat kolektif para pemainnya.
“Ini adalah jasa semua pemain, bukan hanya Lautaro. Dia bermain dengan hati, profesionalisme, dan keseriusan, tetapi rekan-rekannya juga mengikuti mentalitas itu. Ini grup yang fantastis dan sedang menjalani sesuatu yang spesial,” ujar Chivu.
“Saya senang untuk mereka karena mereka pantas mendapatkannya,”
Ucapan tersebut memperlihatkan bagaimana Inter saat ini dibangun atas kerja sama tim yang sangat solid.
Lautaro Martinez Tetap Jadi Pemimpin Utama
Meski menolak memusatkan pujian kepada satu pemain saja, Chivu tetap mengakui pentingnya Lautaro Martinez dalam perjalanan Nerazzurri musim ini.
Kapten Inter itu kembali tampil tajam dan menjadi simbol mentalitas juara tim.
Kontribusi Lautaro musim ini meliputi:
- Produktivitas gol
- Kepemimpinan di lapangan
- Semangat juang tinggi
- Konsistensi performa
Tidak heran jika Chivu menyebut Lautaro sebagai sosok yang memberi contoh bagi rekan-rekannya.
Chivu Tanggapi Mourinho dengan Elegan
Salah satu topik yang paling menarik perhatian adalah respons Chivu terhadap komentar Jose Mourinho.
Mourinho sebelumnya sempat membandingkan Inter saat ini dengan skuad treble 2010 yang ia latih.
Namun Chivu memilih merespons dengan tenang.
“Saya beruntung pernah bermain di tim Inter yang dulu. Tapi membandingkan dua generasi berbeda sangat sulit karena banyak hal sudah berubah dalam 16 tahun terakhir,” katanya.
Chivu menegaskan bahwa hal terpenting adalah Inter terus memberikan kebahagiaan kepada para fans, sama seperti era treble dahulu.
“Tetapi Inter ini, seperti tim tahun 2010 membawa kegembiraan bagi para penggemarnya, dan itulah yang terpenting. Mari kita bicara tentang Scudetto yang dimenangkan tahun ini dan final Coppa Italia, daripada angka dan jajak pendapat,”
Petar Sucic Dipuji Tampil Dewasa
Selain Lautaro, Chivu juga memberikan pujian khusus kepada Petar Sucic yang tampil impresif di lini tengah.
Menurutnya, gelandang muda tersebut memiliki:
- Ketenangan bermain
- Kepribadian kuat
- Kualitas teknis tinggi
- Kemampuan membaca permainan
Chivu bahkan menyebut Inter memiliki talenta muda luar biasa yang harus terus dikembangkan.
“Kami tahu Sucic bisa bermain di posisi itu karena kepribadiannya, kualitasnya, dan ketenangannya saat menguasai bola,”
“Dia punya kualitas, di tim nasional dia sering bermain dalam sistem dua gelandang. Hari ini dia bermain sangat baik dengan penuh karakter. Kami memiliki pemain muda berbakat dan kami harus menghargainya,”
Josep Martinez Mulai Meyakinkan
Performa Josep Martinez juga mendapat sorotan positif.
Chivu memastikan bahwa klub tidak pernah meragukan kualitas sang kiper, termasuk ketika dibandingkan dengan Yann Sommer.
“Dia sebenarnya sudah siap sejak sebelumnya,”
“Para penjaga gawang adalah jiwa dari grup ini. Kami tidak pernah meragukan kualitas Martinez maupun Sommer,” jelasnya.
Inter Milan Fokus ke Final Coppa Italia
Kemenangan atas Lazio menjadi modal penting bagi Inter Milan jelang final Coppa Italia yang kembali mempertemukan kedua tim pada Kamis (14/5).
Chivu juga memberikan update singkat soal kondisi Hakan Calhanoglu yang masih dalam pemantauan medis.
“Kita lihat beberapa hari ke depan,” ujarnya singkat.
Penghormatan untuk Legenda Inter
Di akhir sesi wawancara, Chivu turut memberikan penghormatan kepada legenda Inter, Evaristo Beccalossi.
Ia mengaku sangat sedih atas kehilangan sosok yang dianggap dekat dengan keluarga besar Inter Milan.
“Kepergian seseorang yang sangat kami cintai, yang telah menulis sejarah Inter, membuat kami dipenuhi rasa duka,” katanya.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya dan seluruh keluarga besar Inter. Ia selalu dekat dengan kami.”

Leave a Reply