Bek Inter Milan, Yann Bisseck sukses mencetak gol dalam laga sengit kontra Torino yang berakhir imbang 2-2 di pekan ke-34 Serie A 2025-26, Minggu (26/4/26) malam WIB.
Meski mencetak gol penting, Bisseck tetap memberikan evaluasi jujur terkait performa timnya yang gagal mempertahankan keunggulan.
Gol Sundulan Jadi Bukti Kekuatan Bisseck
Kembali dari cedera, Bisseck langsung menunjukkan dampaknya. Ia mencetak gol lewat sundulan tajam yang memanfaatkan situasi bola mati, salah satu keunggulan utamanya.
Dengan santai, bek asal Jerman itu menjelaskan rahasia golnya:
“Sebagai pemain yang tinggi, penting untuk menjadi faktor dalam situasi bola mati. Tinggi badan jelas membantu,” ujarnya sambil tersenyum.
Kemampuan duel udara memang menjadi salah satu senjata utama Bisseck, menjadikannya ancaman nyata di kotak penalti lawan sekaligus pilar kuat di lini pertahanan.
Performa Meningkat, Tapi Masih Haus Perbaikan
Musim ini bisa dibilang sebagai titik perkembangan penting bagi Bisseck. Ia tampil lebih konsisten, agresif dalam bertahan, dan efektif saat membantu serangan.
Namun, sang pemain tetap rendah hati.
“Saya pikir saya bermain cukup baik musim ini, tetapi selalu ada ruang untuk berkembang,” tegasnya.
Sikap ini mencerminkan mentalitas profesional yang menjadi fondasi penting bagi pemain muda untuk terus berkembang di level tertinggi.
Inter Kehilangan Kendali di Babak Kedua
Meski unggul 2-0, Inter gagal mengunci kemenangan. Bisseck pun tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim di babak kedua.
“Hari ini kami tidak bermain dengan baik di babak kedua, mungkin ada faktor kelelahan. Kredit untuk Torino, tetapi tim seperti kami tidak boleh membiarkan keunggulan 2-0 hilang,” ungkapnya.
Pernyataan ini menyoroti masalah klasik: kehilangan fokus saat sudah unggul. Hal ini menjadi catatan penting bagi pelatih Cristian Chivu jelang fase akhir musim.
Fokus ke Scudetto: Inter Tinggal Selangkah Lagi
Meski gagal menang, peluang Inter untuk meraih gelar tetap sangat besar. Dengan keunggulan di klasemen, mereka hanya perlu menyelesaikan tugas di laga berikutnya.
Bisseck pun sudah mengalihkan fokus ke pertandingan selanjutnya.
“Sekarang kami harus menyelesaikan pekerjaan di pertandingan berikutnya,” katanya.
Inter berpeluang mengunci gelar saat menghadapi Parma di kandang sendiri pekan depan, sebuah momen yang bisa menjadi puncak musim mereka.
Mimpi Juara di Depan Mata
Ketika ditanya soal peluang merayakan gelar di hadapan fans sendiri, Bisseck memberikan jawaban penuh makna.
“Tidak ada perasaan yang lebih indah dari itu. Akan luar biasa, tetapi kami harus bermain selama 95 menit dengan fokus penuh. Jika kami melakukan yang terbaik, kami akan merayakannya di akhir.” Tutupnya.

Leave a Reply