Kemenangan penting pada pekan ke-29 Serie A 2025-26 di Stadio Olimpico tidak hanya memberikan tiga poin krusial bagi Lazio, tetapi juga menjadi “bantuan besar” bagi Inter Milan dalam perburuan Scudetto musim ini.
Bagi Milan yang dilatih Massimiliano Allegri, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Rossoneri kini tertinggal Delapan poin dari Inter di puncak klasemen, membuat peluang mereka untuk melakukan comeback dalam perebutan gelar semakin menipis.
Gol Isaksen Jadi Pembeda di Babak Pertama
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Lazio tampil lebih agresif dan langsung memberikan tekanan kepada lini pertahanan Milan.
Gol yang menentukan akhirnya datang pada menit ke-26 melalui aksi Gustav Isaksen. Winger asal Denmark tersebut memanfaatkan kesalahan dari Pervis Estupiñán sebelum melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dihentikan oleh kiper Milan, Mike Maignan.
Sebelum gol itu tercipta, Lazio sebenarnya sudah menunjukkan ancaman serius. Salah satu peluang terbaik datang dari Jordan Taylor yang sempat membentur mistar gawang. Sementara itu, lini belakang Lazio yang dikomandoi duet Mario Gila dan Oliver Provstgaard tampil solid untuk meredam serangan Milan.
Allegri Ubah Strategi, Milan Tetap Buntu
Memasuki babak kedua, Allegri mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain.
Beberapa nama yang dimasukkan antara lain:
- Christopher Nkunku
- Niclas Füllkrug
- Athekame
Perubahan tersebut membuat Milan tampil lebih ofensif.
Pada menit ke-52, Christian Pulisic mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, tetapi kiper Lazio, Motta, mampu melakukan penyelamatan.
Milan sempat mengira mereka berhasil menyamakan skor pada menit ke-75 lewat gol Athekame. Namun setelah ditinjau, gol tersebut dianulir karena terjadi handball dalam prosesnya.
Tekanan Milan di Akhir Laga Tak Berbuah Gol
Di menit-menit akhir pertandingan, Milan meningkatkan intensitas serangan mereka.
Pemain berpengalaman seperti Luka Modrić dan Füllkrug beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Namun penampilan solid kiper Lazio membuat semua upaya tersebut gagal berbuah gol.
Di sisi lain, Lazio bermain lebih pragmatis untuk mempertahankan keunggulan. Pelatih mereka, Maurizio Sarri, bahkan sempat menerima kartu merah pada masa injury time karena protes kepada wasit.
Meski begitu, Lazio tetap mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Dampak Besar bagi Perburuan Scudetto
Hasil ini memiliki implikasi besar bagi peta persaingan gelar Serie A.
Dengan kekalahan ini, Milan tetap tertinggal delapan poin dari puncak klasemen, membuat peluang mereka untuk mengejar gelar menjadi semakin sulit dengan jumlah pertandingan yang semakin sedikit.
Sebaliknya, hasil tersebut menjadi keuntungan besar bagi Inter Milan yang kini semakin nyaman memimpin klasemen, meski gagal meraih kemenangan atas Atalanta.
Jika Nerazzurri mampu menjaga konsistensi dalam beberapa pertandingan ke depan, jalan menuju Scudetto bisa semakin terbuka lebar.

Leave a Reply