Keputusan Wasit Bikin Inter Murka! Rapat 2 Jam dengan Marotta Berakhir Tanpa Komentar ke Media

Pertandingan antara Inter Milan dan Atalanta di pekan ke-29 Serie A 2025-26 menyisakan kontroversi besar.

Laga yang berakhir imbang 1-1 itu memicu kemarahan kubu Nerazzurri hingga membuat klub mengambil langkah tidak biasa: silenzio stampa alias memilih bungkam kepada media setelah pertandingan.

Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan internal selama hampir dua jam yang melibatkan pelatih Cristian Chivu dan presiden klub Giuseppe Marotta bersama jajaran manajemen lainnya.

Langkah ini menunjukkan betapa besarnya kekecewaan Inter terhadap sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan mereka dalam perebutan poin penting di papan atas klasemen.

Dua Keputusan Kontroversial yang Memicu Kemarahan Inter

Inter sebenarnya berada dalam posisi unggul dan terlihat mampu mengamankan kemenangan. Namun situasi berubah drastis akibat dua insiden yang terjadi di babak kedua.

Insiden pertama terjadi sebelum gol penyeimbang Atalanta. Dalam proses serangan tersebut, pemain Atalanta, Kamaldeen Sulemana diduga melakukan pelanggaran terhadap Denzel Dumfries. Meski kontak terlihat jelas, wasit Gianluca Manganiello tidak menghentikan permainan.

Bola kemudian berlanjut ke depan dan diselesaikan menjadi gol oleh Krstovic yang membuat skor berubah menjadi 1-1.

Insiden kedua bahkan dianggap lebih kontroversial. Inter menuntut penalti setelah bek Atalanta, Scalvini menendang kaki Davide Frattesi di dalam kotak penalti.

Namun baik wasit maupun VAR tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Keputusan ini langsung memicu protes keras dari para pemain dan staf Inter di pinggir lapangan.

Chivu Diusir Wasit di Tengah Protes

Pelatih Inter, Cristian Chivu menjadi salah satu sosok paling emosional dalam momen tersebut. Ia melayangkan protes keras terhadap keputusan wasit setelah gol penyeimbang Atalanta.

Akibatnya, Chivu menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan area teknis sebelum pertandingan berakhir.

Insiden ini semakin memperkeruh suasana di kubu Inter yang merasa dua poin penting dalam perburuan gelar hilang akibat keputusan yang dianggap merugikan.

Rapat Darurat Dua Jam Bersama Manajemen Inter

Menurut laporan media Italia, setelah pertandingan berakhir Chivu langsung menuju ruang ganti bersama seluruh staf pelatih.

Di sana telah menunggu jajaran petinggi klub, termasuk presiden Giuseppe Marotta, direktur olahraga Piero Ausilio, wakil direktur Dario Baccin, serta manajer klub Riccardo Ferri.

Pertemuan internal tersebut berlangsung sekitar dua jam. Dalam diskusi tersebut, mereka membahas situasi pertandingan, keputusan wasit, serta sikap yang harus diambil klub.

Hasilnya adalah keputusan tegas: tidak ada satu pun perwakilan Inter yang berbicara kepada media setelah pertandingan.

Strategi Menghindari Sanksi Tambahan

Langkah “silenzio stampa” bukan hanya bentuk protes, tetapi juga strategi untuk menghindari kemungkinan sanksi tambahan.

Manajemen Inter menyadari bahwa jika mereka tampil di hadapan media dalam kondisi emosional, kritik keras terhadap wasit berpotensi memicu hukuman disipliner dari federasi.

Karena itu, klub memilih untuk “menjahit mulut” mereka sementara waktu, sambil tetap menunjukkan ketidakpuasan terhadap apa yang terjadi di lapangan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*