Laga panas antara AC Milan dan Inter Milan dalam duel Derby della Madonnina kembali memunculkan kontroversi besar.
Kali ini, sorotan tertuju pada dugaan handball di menit akhir pertandingan yang melibatkan Samuele Ricci.
Mantan wasit Serie A, Mauro Bergonzi, secara terbuka mengkritik keputusan wasit dan penggunaan VAR dalam pertandingan tersebut. Ia menilai ada kesalahan serius yang seharusnya bisa dihindari.
Kontroversi di Penghujung Derby Milan
Dalam program olahraga Italia La Domenica Sportiva, Bergonzi membahas beberapa momen kontroversial pada akhir pertandingan antara Milan kontra Inter.
Salah satu insiden pertama adalah gol yang melibatkan Carlos Augusto. Banyak yang mengira gol tersebut dianulir oleh wasit.
Namun menurut Bergonzi, situasinya berbeda.
“Tidak bisa disebut gol yang dianulir. Wasit sudah meniup peluit sebelum bola masuk ke gawang. Saat itu terjadi kekacauan di dalam kotak penalti dan dia menghentikan permainan untuk mengendalikan situasi,” jelas Bergonzi.
Wasit utama pertandingan tersebut adalah Daniele Doveri.
Handball Ricci di Menit 95 Jadi Sorotan
Kontroversi terbesar terjadi pada menit ke-95 ketika bola mengenai tangan Samuele Ricci di dalam kotak penalti.
Menurut Bergonzi, posisi Doveri saat itu tertutup sehingga sulit melihat kejadian secara jelas di lapangan. Oleh karena itu, ia menilai VAR seharusnya mengambil peran lebih aktif.
“Lihat posisi tangan Ricci. Dia memang tidak mengantisipasi bola dan mencoba menarik tangannya, tetapi bola tetap mengenai lengannya dengan jelas,” kata Bergonzi.
Bagi mantan pengadil lapangan tersebut, insiden tersebut cukup kuat untuk dianggap sebagai pelanggaran handball.
Kritik Tajam terhadap Penggunaan VAR
Yang paling membuat Bergonzi geram adalah keputusan tim VAR yang tidak memanggil Doveri untuk melihat ulang kejadian di monitor.
Saat pertandingan itu, petugas VAR adalah Rosario Abisso.
Menurut Bergonzi, keputusan sepenting itu tidak seharusnya diputuskan sepenuhnya oleh VAR tanpa memberi kesempatan kepada wasit utama untuk menilai sendiri.
“Kirim [wasit] Doveri ke monitor; dia yang terbaik, paling kuat, dan paling berpengalaman. Biarkan dia yang memutuskan apakah itu penalti atau tidak, karena dia tidak melihat kejadian itu di lapangan,”
Seharusnya Wasit Dipanggil ke Monitor
Bergonzi menilai keputusan untuk tidak melakukan on-field review menjadi hal yang paling tidak dapat diterima.
Menurutnya, meskipun insiden tersebut bisa diperdebatkan, memanggil wasit ke layar VAR adalah langkah paling logis.
“Jika Anda melihat ulang kejadian seperti ini di monitor, besar kemungkinan itu penalti. Pertanyaannya, kenapa dia [Doveri] tidak dipanggil? Itu yang harus dijelaskan oleh mereka.”
Ia menambahkan bahwa alasan VAR mungkin karena mereka tidak menganggapnya sebagai “clear and obvious error”. Namun tetap saja, ia menilai keputusan tersebut tidak tepat.

keputusan ini sebetulnya untuk membayar kesalahan wasit pada derby sebelumnya yaitu saat inter versus Juventus, dimana inter diuntungkan insiden kartu merah pemain Juventus.. so, impas, lah..