Inter Milan kembali menunjukkan mental juara. Setelah tersingkir dari Liga Champions, tim asuhan Cristian Chivu langsung bangkit dan menaklukkan Genoa dengan skor 2-0 pada pekan ke-27 Serie A 2025-26 di Giuseppe Meazza, Minggu (1/3/2026) dini hari WIB.
Gol spektakuler Federico Dimarco dan eksekusi penalti dingin Hakan Calhanoglu memastikan kemenangan kedelapan beruntun Inter di ajang Serie A.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah pesan tegas bahwa Inter tetap fokus pada target utama: Scudetto.
Respon Sempurna Usai Luka Eropa
Inter datang ke laga ini dengan beban psikologis usai dua kekalahan dari Bodo/Glimt di babak play-off Liga Champions. Tersingkirnya Nerazzurri diperparah dengan cedera kapten Lautaro Martinez serta absennya Alessandro Bastoni karena skorsing.
Namun mentalitas tim besar kembali terlihat. Inter langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga.
Peluang demi peluang tercipta. Justin Bijlow, kiper Genoa, dipaksa bekerja keras menggagalkan upaya Ange-Yoan Bonny dan sundulan Dimarco. Bahkan tembakan jarak jauh Henrikh Mkhitaryan sempat membentur mistar gawang.
Inter bermain dengan intensitas tinggi, seolah ingin melampiaskan kekecewaan Eropa ke panggung domestik.
Gol Kelas Dunia Dimarco
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-31 lewat aksi luar biasa Dimarco.
Bek kiri timnas Italia itu memulai kombinasi dengan Mkhitaryan, berlari menyusuri sisi kiri, lalu menerima umpan chip balasan. Dari sudut sempit, Dimarco melepaskan voli kaki kiri yang presisi dan mematikan. Gol yang tidak hanya indah, tetapi juga menunjukkan kualitas teknik kelas dunia.
Itu adalah momen magis yang mengubah atmosfer stadion. Inter unggul 1-0.
Penalti Calhanoglu Kunci Kemenangan
Memasuki babak kedua, Genoa sempat mencoba bangkit. Peluang Vitinha dan Caleb Ekuban memaksa lini belakang Inter bekerja ekstra, dengan Manuel Akanji melakukan beberapa intervensi krusial.
Namun momen penentu hadir di menit ke-70.
Tendangan Luis Henrique sempat ditepis Bijlow dan membentur tiang. Dalam situasi lanjutan, umpan silang kembali mengenai tangan Alex Amorim di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih.
Calhanoglu maju sebagai algojo. Dengan tenang, ia mengecoh kiper dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan kedelapan beruntun Inter di Serie A musim ini.
Inter Kian Kokoh di Puncak
Dengan hasil ini, Inter untuk sementara unggul 13 poin di puncak klasemen. Sebuah jarak yang memberi tekanan besar kepada para pesaing.
Lebih dari sekadar angka, kemenangan ini menunjukkan:
- Kedewasaan mental usai kegagalan Eropa
- Kedalaman skuad meski tanpa beberapa pemain inti
- Konsistensi performa melawan tim papan tengah
Di bawah arahan Chivu, Inter tampil lebih pragmatis dan efisien. Mereka tahu kapan harus menyerang, kapan harus mengontrol tempo.
Kini fokus sepenuhnya tertuju pada perburuan gelar liga dan semifinal Coppa Italia.
Susunan Pemain
INTER (3-5-2): 1 Sommer; 25 Akanji, 6 De Vrij (31 Bisseck 67′), 30 Carlos Augusto; 11 Luis Henrique, 23 Barella, 7 Zielinski (16 Frattesi 77′), 22 Mkhitaryan (20 Calhanoglu 59′), 32 Dimarco; 9 Thuram (94 Esposito 59′), 14 Bonny (17 Diouf 77′)
Pelatih: Cristian Chivu.
GENOA (3-4-1-2): 16 Bijlow; 27 Marcandalli, 5 Østigård, 22 Vasquez; 77 Ellertsson, 32 Frendrup, 17 Malinovskyi (4 Amorim 46′), 3 Martín (20 Sabelli 85′); 8 Baldanzi (10 Messias 66′); 9 Vitinha (18 Ekuban 60′), 29 Colombo (21 Ekhator 66′).
Pelatih: Daniele De Rossi.

Leave a Reply