Luis Henrique Tegaskan Inter Sudah Berjuang Maksimal Cetak Gol Lawan Bodo/Glimt, Tapi Kurang Beruntung

Kekalahan menyakitkan kembali dirasakan Inter Milan setelah tumbang 1-2 dari Bodo/Glimt di San Siro dalam laga leg kedua play-off Liga Champions 2025-26, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB.

Hasil ini memastikan langkah Nerazzurri terhenti sebelum babak 16 besar Liga Champions, sebuah kegagalan yang terakhir kali terjadi pada musim 2020/21.

Winger Inter, Luis Henrique, menegaskan bahwa timnya sudah melakukan segalanya untuk membalikkan defisit agregat, tetapi dewi fortuna tidak berpihak pada mereka.

Dominasi Tanpa Efektivitas: 30 Tembakan, 1 Gol

Secara statistik, Inter tampil dominan. Pasukan Cristian Chivu melepaskan 30 percobaan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Namun, efektivitas menjadi masalah utama.

Gol hiburan dari Alessandro Bastoni di menit ke-76 tak cukup untuk menyelamatkan situasi. Sebelumnya, kesalahan fatal Manuel Akanji di menit ke-58 memberi momentum kepada tim tamu.

Tak lama berselang, Hakon Evjen menggandakan keunggulan Bodo/Glimt dan praktis mengunci nasib Inter.

Lebih menyakitkan lagi, kemenangan ini menjadi kemenangan pertama klub Norwegia tersebut di tanah Italia setelah enam laga tanpa kemenangan sebelumnya.

Luis Henrique: “Kami Sudah Melakukan Segalanya”

Berbicara kepada Inter TV dan Sky Sport Italia, Luis Henrique tak menutupi rasa kecewanya.

“Kami melakukan segalanya untuk mencetak gol melawan tim yang bekerja sangat keras, dan kami juga bekerja keras. Tapi kami tidak cukup beruntung untuk menemukan gol,” ujar Luis Henrique.

Menurutnya, Inter menciptakan banyak peluang di kedua babak, namun kegagalan dalam penyelesaian akhir menjadi bumerang.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi bola tidak mau masuk. Hari ini keberuntungan tidak ada di pihak kami,”

Pernyataan tersebut mencerminkan frustrasi yang terasa di ruang ganti Nerazzurri.

Rekor Negatif di Kandang Eropa

Kekalahan ini juga memperpanjang catatan buruk Inter di kandang sendiri. Nerazzurri kini menelan tiga kekalahan beruntun di laga kandang Liga Champions—sebuah anomali bagi klub yang dalam beberapa musim terakhir dikenal sebagai wakil Italia paling konsisten di Eropa.

Eliminasi ini menjadi pukulan besar secara mental, namun musim belum berakhir.

Fokus ke Scudetto Ke 21

Meski tersingkir dari Eropa, Inter masih berada di jalur emas untuk meraih Scudetto ke-21 dalam sejarah klub. Mereka unggul 10 poin atas rival sekota AC Milan setelah kemenangan 2-0 atas Lecce akhir pekan lalu.

Laga berikutnya di Serie A melawan Genoa akan menjadi kesempatan untuk bangkit dan mengalihkan fokus.

Luis Henrique pun menyerukan kebangkitan:

“Sekarang kami harus fokus ke Serie A, itu yang paling penting. Kami harus melakukan segalanya untuk menang dan tampil baik di kompetisi lain,”

Ia juga menegaskan bahwa Inter harus belajar dari kegagalan ini.

“Kami harus lebih kuat dari apa yang telah terjadi pada kami. Kami perlu meningkatkan level kami di Eropa. Sekarang kami harus mengangkat kepala dan melakukan segalanya untuk memenangkan Serie A. Di tahun-tahun mendatang, kami harus meraih pencapaian yang lebih besar di Liga Champions.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*