Bek serba bisa Inter Milan, Matteo Darmian menegaskan bahwa semangatnya belum padam sedikit pun meski baru saja melewati cedera terpanjang dalam kariernya.
Dalam wawancara eksklusif Matchday jelang laga penentuan melawan Bodo/Glimt, Darmian berbicara tentang cinta terhadap sepak bola, pelajaran hidup, hingga kualitas tiga rekan setim yang ingin ia miliki.
Antusiasme yang Tak Pernah Padam
Setelah absen cukup lama akibat cedera, Darmian langsung menunjukkan betapa ia merindukan lapangan hijau. Pengalamannya tak mengurangi rasa lapar akan kemenangan.
“Hal yang paling saya cintai dari sepak bola adalah kesempatan membantu tim kapan pun, entah lewat gol atau penyelamatan. Itu yang paling memuaskan,” ujar Darmian.
“Meski sudah berpengalaman, saya masih menjalani profesi ini dengan antusiasme dan adrenalin yang besar. Sejak kecil saya sangat kompetitif,”
Pernyataan ini menunjukkan mentalitas khas pemain senior Inter: bukan sekadar bertahan, tapi selalu ingin memberi kontribusi nyata.
Tiga Rekan Setim yang Menginspirasinya
Menariknya, Darmian juga mengungkap tiga kualitas dari rekan-rekannya yang sangat ia kagumi:
“Saya bisa menyebut banyak hal, mulai dari visi bermain Bastoni, ketekunan Acerbi, hingga semangat juang dan ketajaman Lautaro di depan gawang,”
Pelajaran Hidup dari Sepak Bola
Bagi Darmian, sepak bola bukan sekadar permainan. Ia menekankan pentingnya nilai kolektivitas dan rasa hormat.
“Sepak bola mengajarkan saya untuk hidup dalam kelompok dan menghormati aturan. Sama pentingnya menghormati rekan setim dan semua orang yang bekerja di dalam klub,”
Nilai-nilai ini menjadi fondasi kuat ruang ganti Inter, terutama di tengah tekanan kompetisi domestik dan Eropa.
Kelebihan dan Kekurangan: Darmian yang Apa Adanya
Saat diminta menilai dirinya sendiri, Darmian menjawab dengan jujur:
“Kelebihan saya mungkin adalah sikap altruistis, saya merasa sebagai pribadi yang tulus dan sangat memikirkan orang lain. Kekurangan saya adalah saya agak mudah tersinggung.”

Leave a Reply