Parma Bungkam AC Milan 1-0 di San Siro, Rossoneri Tertinggal 10 Poin dari Inter

Malam yang pahit bagi AC Milan. Bermain di San Siro pada pekan ke-26 Serie A 2025-26, Rossoneri tumbang 0-1 dari Parma Calcio dalam laga krusial perburuan Scudetto.

Kekalahan ini membuat Milan kini tertinggal 10 poin dari sang pemuncak klasemen, Inter Milan, dan mimpi comeback kian menjauh.

Gol semata wayang Parma lahir lewat tandukan Troilo yang diawali umpan Cuesta, sebuah momen dramatis yang sempat dianulir sebelum akhirnya disahkan VAR.

Allegri Absen, Milan Dihantam Masalah Sejak Awal

Pelatih Massimiliano Allegri tak mendampingi tim karena sanksi, dengan Marco Landucci memimpin dari bangku cadangan.

Situasi makin sulit ketika Milan kehilangan Matteo Gabbia saat pemanasan. Belum pulih dari kejutan itu, Rossoneri kembali terpukul ketika Ruben Loftus-Cheek harus ditarik keluar dengan tandu hanya 10 menit laga berjalan.

Meski dihantam badai cedera, Milan justru mendominasi permainan. Rafael Leão dan Christian Pulisic berkali-kali mengancam, namun efektivitas menjadi masalah. Dominasi tanpa gol menjadi cerita utama babak pertama.

VAR Jadi Titik Balik: Gol Troilo Disahkan

Memasuki babak kedua, skenarionya tak banyak berubah: Milan menekan, Parma bertahan disiplin. Leão bahkan sempat menghantam tiang lewat sepakan voli yang membuat publik San Siro terdiam.

Menit ke-80 menjadi momen penentuan. Sundulan Troilo memanfaatkan servis Cuesta awalnya dianulir wasit Marco Piccinini karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap Mike Maignan.

Namun, setelah peninjauan panjang melalui VAR, keputusan berubah: gol sah, Parma unggul 1-0.

Keputusan itu sontak membekukan stadion.

Serangan Terakhir dan Realita Pahit

Di sisa waktu, Landucci memasukkan opsi ofensif demi mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Parma tampil solid dan disiplin hingga peluit akhir berbunyi.

Kekalahan ini bukan sekadar tiga poin yang hilang. Secara psikologis, Milan kini berada dalam tekanan besar. Dengan jarak 10 poin dari Inter, peluang mengejar Scudetto menjadi semakin tipis, terutama dengan jadwal padat dan konsistensi rival yang terjaga.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*