Kemenangan penting atas Lecce yang membuat Inter melesat sementara +10 poin dari AC Milan di puncak klasemen Serie A 2025-26 menjadi suntikan moral besar.
Namun fokus pasukan asuhan Cristian Chivu kini sepenuhnya tertuju ke laga hidup-mati di Eropa: leg kedua playoff Liga Champions melawan Bodo/Glimt di San Siro pada Rabu (25/2/2026) pukul 03.00 WIB.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, pendekatan Inter untuk laga krusial ini sudah jelas: kurangi rotasi, maksimalkan pemain kunci.
Dua nama yang disebut terlalu penting untuk kembali disimpan adalah Federico Dimarco dan Piotr Zielinski.
3-1 Masih Bisa Dibalik, Asal Inter Tampil Full Power
Kekalahan 3-1 di Norwegia memang meninggalkan rasa pahit, terlebih Inter juga harus kehilangan Lautaro Martinez akibat cedera. Namun secara permainan, Nerazzurri sebenarnya menciptakan peluang dan bahkan membentur tiang gawang dua kali.
Gazzetta menilai agregat tersebut masih sangat mungkin dibalik, terutama jika Dimarco dan Zielinski tampil sejak awal.
Keduanya sebelumnya di leg pertama diistirahatkan dalam kebijakan rotasi, tetapi kini situasinya berbeda.
- Dimarco menghadirkan kualitas crossing, bola mati, dan intensitas di sisi kiri.
- Zielinski menjadi kunci keseimbangan lini tengah, terutama dalam distribusi dan kontrol tempo.
Dalam laga dengan tekanan tinggi seperti ini, pengalaman dan kualitas teknis mereka dianggap tak tergantikan.
Chivu Diminta Hemat Rotasi: Fokus Total ke Bodo
Pesan Gazzetta cukup tegas: “Inter tidak boleh tersingkir di fase playoff.”
Artinya, Chivu diminta lebih selektif dalam melakukan rotasi. Jika perlu, pemain bisa diistirahatkan saat menghadapi Genoa di Serie A, bukan di laga Eropa.
Strategi ini masuk akal mengingat:
- Inter sedang dalam momentum positif di Serie A.
- Keuntungan finansial dari lolos ke fase berikutnya sangat besar.
- Reputasi klub dipertaruhkan di kompetisi elite Eropa.

Leave a Reply