Inter Milan Cetak Sejarah Finansial: Dari Rugi 245,6 Juta euro Menjadi Untung dalam 4 Tahun

Inter Milan kembali menorehkan sejarah, bukan hanya di atas lapangan, tetapi juga dalam aspek keuangan.

Klub berjuluk Nerazzurri ini resmi mencatatkan laba bersih pertama sepanjang sejarahnya pada laporan keuangan per 30 Juni 2025, dengan keuntungan mencapai 35,4 juta euro.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, pencapaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi manajemen Inter dalam empat tahun terakhir. Dari kondisi nyaris kolaps, kini Inter berubah menjadi salah satu klub paling sehat secara finansial di Eropa.

Transformasi Finansial Inter: Dari Krisis ke Profit

Perjalanan Inter menuju stabilitas finansial bukanlah hal instan. Pada musim 2020/2021, klub mengalami kerugian fantastis sebesar 245,6 juta euro, salah satu yang terbesar dalam sejarah sepak bola Italia.

Namun, sejak saat itu, manajemen melakukan restrukturisasi besar-besaran:

  • 2020/21: -245,6 juta euro
  • 2021/22: -140,1 juta euro
  • 2022/23: -85,4 juta euro
  • 2023/24: -35,7 juta euro
  • 2024/25: +35,4 juta euro

Dalam waktu empat tahun, Inter sukses melakukan turnaround bisnis yang luar biasa: dari rugi besar menjadi untung signifikan.

Lonjakan Pendapatan: Champions League Jadi Mesin Uang

Kunci utama kebangkitan finansial Inter terletak pada peningkatan pendapatan. Pada musim 2024/25, total pemasukan klub (di luar penjualan pemain) mencapai 552,6 juta euro.

Beberapa sumber utama pendapatan tersebut antara lain:

1. Liga Champions

Inter meraup sekitar 190 juta euro dari:

  • Hadiah UEFA
  • Penjualan tiket
  • Bonus sponsor
  • Hak komersial

Keberhasilan di kompetisi Eropa terbukti menjadi “mesin uang” bagi Nerazzurri.

2. Piala Dunia Antarklub

Keikutsertaan Inter di FIFA Club World Cup turut menyumbang 31,4 juta euro, menambah kekuatan finansial klub.

3. Sektor Komersial Melonjak

Segmen bisnis dan sponsor mengalami pertumbuhan hingga 27%, menunjukkan meningkatnya daya tarik brand Inter di pasar global.

Peran Oaktree: Investasi Jangka Panjang

Sejak diambil alih oleh Oaktree Capital, arah kebijakan Inter semakin terstruktur. Tidak hanya fokus pada efisiensi, pemilik baru juga mendorong investasi jangka panjang.

Beberapa langkah strategis Oaktree antara lain:

  • Menyetujui proyek infrastruktur
  • Investasi 100 juta euro untuk pusat latihan
  • Modernisasi fasilitas klub
  • Penguatan sistem akademi

Langkah ini menunjukkan bahwa Inter tidak hanya mengejar profit jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi masa depan.

Utang Berkurang, Struktur Keuangan Makin Sehat

Selain meningkatkan pendapatan, Inter juga sukses memangkas beban utang. Berkat restrukturisasi obligasi (bond financing), utang finansial klub turun signifikan:

  • Dari 415 juta euro
  • Menjadi 350 juta euro

Penurunan ini memperkuat stabilitas arus kas dan meningkatkan kepercayaan investor.

Dampak Positif untuk Prestasi di Lapangan

Stabilitas finansial berdampak langsung pada performa tim. Dengan kondisi keuangan yang sehat, Inter kini mampu:

  • Mempertahankan pemain kunci
  • Merekrut pemain berkualitas
  • Memberi kontrak kompetitif
  • Menjaga kedalaman skuad

Hal ini menjadi modal penting bagi Inter untuk terus bersaing di Serie A, Liga Champions, dan kompetisi domestik lainnya.

Inter Menuju Era Baru: Stabil, Ambisius, dan Berkelanjutan

Keberhasilan mencatatkan laba +35,4 juta euro menandai dimulainya era baru Inter Milan. Klub kini tidak lagi bergantung pada penjualan pemain atau suntikan dana darurat.

Sebaliknya, Inter telah berubah menjadi:

  • Klub dengan manajemen modern
  • Struktur bisnis kuat
  • Brand global berkembang
  • Fondasi jangka panjang solid

Transformasi ini menjadikan Nerazzurri sebagai contoh sukses pemulihan finansial di sepak bola Eropa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*