Inter Milan sukses menutup fase liga Liga Champions 2025/2026 dengan kemenangan meyakinkan atas Borussia Dortmund di Signal Iduna Park, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.
Hasil positif tersebut menjadi suntikan moral besar bagi skuad asuhan Cristian Chivu, yang kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di kompetisi domestik.
Namun alih-alih larut dalam euforia Eropa, Chivu justru menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini tertuju pada laga pekan ke-23 Serie A 2025-26 melawan Cremonese, Senin (2/2/2026) pukul 00.00 WIB.
Menurutnya, pertandingan tersebut merupakan yang paling krusial dalam perburuan Scudetto musim ini.
Chivu: Laga Kontra Cremonese Adalah Prioritas Utama
Dalam konferensi pers pascalaga yang dikutip dari Fcinter1908.it, Chivu menegaskan bahwa pikirannya sepenuhnya tertuju pada laga berikutnya.
“Kemungkinan bertemu Benfica asuhan Mourinho di play-off? Saya tidak memikirkan lawan di undian. Sekarang fokus saya hanya pada Cremonese. Itu pertandingan terpenting musim ini,” ujar Chivu.
Pelatih asal Rumania itu menilai kemenangan atas Dortmund memberikan dampak besar bagi mental tim, mulai dari kepercayaan diri hingga keharmonisan skuad.
“Saya sangat senang karena kemenangan ini memberi kami rasa percaya diri, harmoni, dan motivasi untuk terus berkembang,” tambahnya.
Soliditas Tim Jadi Kunci Kebangkitan Inter
Chivu juga menyoroti pentingnya kerja kolektif dalam performa impresif Inter dalam dua bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tim bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kebersamaan.
“Semua pertandingan itu penting. Yang terpenting adalah kesadaran dan kerendahan hati untuk bekerja bersama,” jelasnya.
Gol penutup dari Andy Diouf menjadi bukti nyata filosofi tersebut. Chivu memuji kesabaran dan etos kerja sang pemain muda, yang akhirnya terbayar dengan kontribusi nyata di lapangan.
“Gol Diouf juga membuktikan hal itu. Saya senang dengan kesabaran dan budaya kerja yang ia tunjukkan. Saya senang melihatnya bahagia,”
Apresiasi untuk Luis Henrique dan Sommer
Selain Diouf, Chivu juga memberikan pujian kepada beberapa pemain kunci, termasuk Luis Henrique dan Yann Sommer.
Luis Henrique dinilai tampil luar biasa dan menunjukkan mentalitas kuat meski sempat mendapat kritik. Sementara Sommer dipuji berkat penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan Inter.
“Luis Henrique tampil sangat bagus. Sommer juga membuat penyelamatan penting yang menjaga kami tetap unggul,” ujar Chivu.
Menurutnya, kekuatan mental menjadi faktor utama dalam menghadapi tekanan di stadion sulit seperti Signal Iduna Park.
“Itu menunjukkan kekuatan mental yang penting dalam situasi seperti ini,”
Jawaban atas Kritik dan Tekanan Media
Chivu turut menyinggung soal pertanyaan yang kerap muncul terkait rekor laga besar dan tekanan media. Ia menegaskan bahwa timnya tidak terpengaruh oleh opini eksternal.
“Kami tidak pernah memikirkan judul berita. Tim selalu menemukan bentuk terbaiknya lewat kerja keras,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Dortmund jarang kalah di kandang, sehingga kemenangan ini memiliki nilai tersendiri bagi perkembangan mental tim.
“Malam ini kami menunjukkan kedewasaan yang luar biasa, di stadion yang tidak pernah mudah untuk bermain. Mereka sudah lama tidak kalah, mungkin PSG adalah tim terakhir yang menang di sini,”
Inter Fokus Masa Depan, Bukan Masa Lalu
Meski gagal menembus delapan besar fase liga, Chivu menegaskan bahwa Inter telah mendapatkan apa yang pantas mereka raih. Ia menolak untuk terjebak dalam penyesalan.
“Kami punya apa yang kami pantas dapatkan. Yang penting adalah masa depan, bukan masa lalu,” tegasnya.
Menurut Chivu, skuad Inter saat ini memiliki mentalitas kuat dan terus berusaha menjadi versi terbaik mereka, meski menghadapi berbagai kesulitan sepanjang musim.
Komentar Singkat untuk Mourinho
Saat ditanya mengenai keberhasilan Jose Mourinho lolos berkat gol kiper, Chivu hanya memberikan respons singkat namun penuh respek.
“Saya ucapkan selamat kepadanya.” Tutup Chivu.

Leave a Reply