Inter Milan sukses membawa pulang Tiga poin penting dari markas Udinese di Bluenergy Stadium setelah menang tipis 1-0 dalam laga pekan ke-21 Serie A 2025-26, Sabtu (17/1/2026) malam WIB.
Gol tunggal Lautaro Martinez di awal laga menjadi pembeda, sekaligus ajang balas dendam Nerazzurri atas kekalahan menyakitkan yang mereka alami dari Zebrette pada pertemuan pertama musim ini.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan status Inter sebagai Campione d’Inverno (Juara Paruh Musim), meski Chivu kembali harus memutar otak akibat krisis cedera yang belum sepenuhnya teratasi.
Inter Tampil Efisien di Tengah Badai Cedera
Inter Milan datang ke laga ini tanpa sejumlah pemain. Nama-nama seperti Hakan Calhanoglu, Denzel Dumfries, Josep Martinez, Tomas Palacios, dan Raffaele Di Gennaro masih harus menepi. Namun kondisi tersebut tidak mengendurkan mental juara Lautaro Martinez dkk.
Udinese pun tak tampil dengan kekuatan penuh. Absennya Zaniolo, Zemura, dan Buksa memaksa pelatih tuan rumah menggeser Arthur Atta ke peran yang lebih ofensif demi menjaga daya gedor.
Lautaro Martinez Menebus Luka Lama
Inter langsung tampil agresif sejak menit awal. Federico Dimarco hampir membuka keunggulan lewat tendangan voli spektakuler yang melintas tipis di depan gawang.
Tekanan Inter akhirnya berbuah hasil. Berawal dari kerja sama apik Piotr Zielinski dan Francesco Pio Esposito, bola dialirkan kepada Lautaro Martinez.
Dengan ketenangan khas seorang kapten, El Toro melepaskan tembakan kaki kanan menggunakan sisi luar sepatu dari jarak 12 meter, mengarah ke sudut bawah gawang dan tak mampu dijangkau Maduka Okoye.
Gol ini terasa spesial, mengingat Udinese adalah tim yang sempat mempermalukan Inter di San Siro pada pekan kedua Serie A.
Udinese Melawan, Sommer Tetap Kokoh
Meski tertinggal, Udinese tak menyerah begitu saja. Keinan Davis beberapa kali merepotkan lini belakang Inter, termasuk mencuri bola dari Nicolò Barella yang berujung pada tembakan keras Jakub Piotrowski.
Namun, Yann Sommer tampil sigap mengamankan gawangnya.
Sial bagi Udinese, Piotrowski harus ditarik keluar tepat sebelum turun minum akibat cedera lutut, memukul ritme permainan tuan rumah.
Drama Babak Kedua dan Pertahanan Solid Inter
Di babak kedua, Inter Milan nyaris menggandakan keunggulan. Henrikh Mkhitaryan dan Dimarco terus mengancam, bahkan Dimarco sempat menjebol gawang Udinese, namun gol dianulir karena Esposito sudah berada dalam posisi offside.
Momen krusial datang ketika Carlos Augusto melakukan tekel penyelamatan luar biasa untuk menghentikan serangan balik Keinan Davis. Meski hanya diganjar kartu kuning, keputusan wasit sempat memicu protes dari kubu Udinese.
Menjelang akhir laga, Inter bertahan dengan disiplin tinggi. Francesco Acerbi dan Manuel Akanji menjadi tembok kokoh, mematahkan setiap upaya Udinese yang memasukkan lebih banyak pemain menyerang.
Tiga Poin, Mental Juara
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan ini bukan hanya soal poin, tetapi juga pernyataan mental juara Inter Milan.
Dalam kondisi pincang dan tekanan tandang, Nerazzurri tetap mampu tampil efisien, dewasa, dan penuh determinasi.
Dengan Lautaro Martinez kembali menjadi penentu, Inter mengirim pesan jelas kepada para pesaing Scudetto: mereka belum selesai, dan balas dendam selalu terasa manis.
- Skor: Udinese 0-1 Inter
- Pencetak Gol: Lautaro Martinez 20 (I)
- Assist: Pio Esposito
Susunan Pemain
UDINESE (3-5-1-1): 40 Okoye; 31 Kristensen, 27 Kabasele (13 Bertola 75′), 28 Solet; 59 Zanoli (19 Ehizibue 75′), 24 Piotrowski (38 Miller 45′), 8 Karlstrom, 32 Ekkelenkamp (15 Bayo 84′), 11 Kamara; 14 Atta (7 Gueye 75′); 9 Davis.
Pelatih: Kosta Runjaić.
INTER (3-5-2): 1 Sommer; 31 Bisseck, 25 Akanji, 30 Carlos Augusto (15 Acerbi 77′); 11 Luis Henrique, 23 Barella, 7 Zielinski (8 Sucic 88′), 22 Mkhitaryan (16 Frattesi 77′), 32 Dimarco; 10 Lautaro (6 De Vrij 88′), 94 Esposito (14 Bonny 68′).
Pelatih: Cristian Chivu.

Leave a Reply