Sommer Bicara Era Baru Inter: Dari Inzaghi ke Chivu, Targetkan Coppa Italia dan Scudetto

Kiper andalan Inter Milan, Yann Sommer, membuka suara soal perubahan di tubuh tim, target musim ini, hingga masa depannya bersama Nerazzurri.

Dalam wawancara terbaru dengan Sportmediaset, Sommer menegaskan ambisi besar Inter Milan untuk meraih gelar ganda.

Perbedaan Chivu dan Inzaghi: Lebih Komunikatif dan Vertikal

Sommer menolak membandingkan secara langsung antara Simone Inzaghi dan Cristian Chivu, namun ia mengakui ada perubahan signifikan.

Menurutnya:

  • Chivu lebih sering berdialog dengan pemain
  • Pendekatan lebih terbuka dan komunikatif
  • Gaya bermain kini lebih vertikal dibanding sebelumnya

Perubahan ini memberi warna baru dalam permainan Inter, tanpa menghilangkan fondasi kuat yang dibangun sebelumnya.

“Perbedaan antara Chivu dan Inzaghi? Saya tidak suka membuat perbandingan. Kami telah melalui momen-momen indah bersama Simone dan sekarang dengan Cristian Chivu,” ujar Sommer.

“Chivu adalah pelatih yang banyak berbicara dengan para pemain, mendengarkan apa yang kami pikirkan, dan itu sangat penting bagi kami. Dari segi permainan, kami sedikit berubah dibanding sebelumnya: kami sekarang bermain lebih vertikal,” ujar Sommer.

Ambisi Besar: Scudetto dan Coppa Italia

Inter Milan kini berada dalam posisi yang sangat kompetitif di Serie A. Dengan tujuh laga tersisa, Sommer menegaskan bahwa tim memiliki dua target utama:

  • Juara Serie A (Scudetto)
  • Menjuarai Coppa Italia

Namun, ia juga menekankan pentingnya fokus:

“Hari ini kami berada dalam situasi yang baik: kami telah bekerja keras untuk sampai di titik ini dan sekarang masih ada 7 pertandingan yang sangat penting. Coppa Italia dan liga [Scudetto] adalah dua target besar musim ini di mana kami ingin meraih gelar: kami ingin memenangkan keduanya, baik Coppa maupun Scudetto. Namun sekarang sangat penting untuk melangkah selangkah demi selangkah dan tetap fokus pada apa yang ingin kami lakukan dengan baik,”

Belajar dari Musim Lalu

Sommer tak menampik bahwa musim sebelumnya menyisakan kekecewaan. Inter gagal meraih gelar meski tampil konsisten sepanjang musim.

Kini, pelajaran itu menjadi motivasi:

  • Tidak meremehkan pertandingan kecil
  • Fokus pada detail
  • Menjaga konsistensi hingga akhir musim

“Musim lalu kami menjalani musim yang bagus: kami kehilangan Scudetto hanya dengan selisih Satu poin, tapi begitulah sepak bola. Saat ini kami tidak memikirkan akhir musim, melainkan fokus pada pertandingan berikutnya. Kami melangkah satu per satu dan fokus pada semua detail kecil yang bisa menjadi penentu bagi kami. Tidak ada pertandingan yang mudah: kami memikirkan satu laga demi satu, lalu baru melihat hasilnya,”

Masa Depan Sommer di Inter

Kontrak Yann Sommer akan berakhir dalam waktu dekat, namun sang kiper memberikan sinyal positif.

Ia mengaku:

  • Sangat nyaman di Inter
  • Menikmati atmosfer klub dan stadion
  • Akan memikirkan masa depan setelah musim selesai

Ini membuka peluang bagi Inter untuk mempertahankan salah satu pemain paling berpengalaman di skuad.

“Saya sangat senang bermain di sini, untuk klub ini, untuk para suporter ini, bahkan saya sangat menyukai stadionnya. Sejauh ini saya sudah menjalani tiga tahun di Inter dan itu benar-benar periode yang sangat indah. Nanti kami akan memikirkan apa yang akan terjadi setelah musim ini berakhir,”

Komentar Soal Kiper Lain dan Timnas Swiss

Sommer juga berbagi pandangannya tentang kiper lain di liga:

  • Svilar tampil impresif musim ini
  • Butez juga menunjukkan performa solid bersama Como
  • Thibaut Courtois menjadi salah satu yang paling mengesankan secara global

“Di Italia ada banyak penjaga gawang yang sangat saya sukai. Tahun ini saya pikir Svilar menjalani musim yang bagus, begitu juga Butez dari Como dan masih banyak lainnya. Secara umum juga sulit menilai karena sangat bergantung pada momen, tapi saat ini saya sangat menyukai Courtois: dalam beberapa pertandingan terakhir dia benar-benar mengesankan saya,”

Terkait tim nasional Swiss, Sommer menegaskan tidak menyesal pensiun dan akan tetap mendukung dari jauh.

“Menyesal telah pensiun dari timnas? 100% tidak. Saya sudah memikirkannya dengan matang sebelum mengambil keputusan itu, dan pada akhirnya saya memilihnya karena itu yang terbaik bagi saya dan keluarga saya, pada saat itu dalam karier dan kehidupan saya. Saya akan menonton mantan tim saya dengan senang hati dan mendukung mereka dari rumah.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*