Striker Cagliari, Sebastiano Esposito, memberikan pembelaan penuh kepada sang adik, Francesco Pio Esposito, yang tengah berada dalam sorotan tajam setelah gagal mengeksekusi penalti saat Timnas Italia kalah dari Timnas Bosnia dan Herzegovina di final play-off Piala Dunia 2026.
Banyak pihak meragukan kelayakan Francesco Pio Esposito sebagai eksekutor penalti utama karena:
- Usianya masih muda dan minim pengalaman di level tertinggi
- Momen yang sangat krusial (final play-off)
- Tekanan besar dalam pertandingan internasional
Namun, Sebastiano menegaskan bahwa jika seorang pemain sudah dipercaya bermain untuk klub sebesar Inter, maka ia juga layak dipercaya mengambil momen penting seperti penalti.
Bela Sang Adik Soal Penalti
Meski enggan membahas terlalu dalam, ia tetap memberikan pernyataan tegas:
“Kami adalah keluarga besar. Ini bukan waktu yang tepat membicarakan penalti atau tim nasional. Tapi saya hanya ingin mengatakan, jika dia bermain di Inter, maka wajar dia yang mengambil penalti,” ujar Sebastiano Esposito kepda Sky Sport usai laga Sassuolo vs Cagliari.
Pernyataan ini memiliki makna kuat:
- Dukungan penuh kepada sang adik
- Pengakuan atas kualitas Pio
- Sindiran halus terhadap kritik yang berlebihan
Tekanan Besar, Dukungan Keluarga Jadi Kunci
Sebagai pemain muda yang tengah berkembang di Inter Milan, Francesco Pio Esposito memang berada dalam tekanan tinggi.
Namun, dukungan dari keluarga menjadi fondasi penting:
- Memberikan kepercayaan diri
- Menjaga mental tetap kuat
Membantu melewati masa sulit
Nilai Keluarga yang Menguatkan
Sebastiano juga menyoroti pentingnya keluarga dalam perjalanan karier mereka.
“Kami memiliki semangat luar biasa yang diwariskan oleh ayah dan kakek kami, yang telah melakukan pengorbanan besar. Saya berharap bisa bertahan bersama Cagliari, sementara dia (Pio) berharap bisa memenangkan Scudetto bersama Inter,”
Minta Maaf ke Fans Cagliari, Utamakan Tim
Sebastiano memulai dengan nada rendah hati, menunjukkan rasa tanggung jawab atas hasil buruk timnya melawan Sassuolo.
“Saya lebih memilih tidak mencetak gol tapi tim menang. Saya ingin meminta maaf kepada 1500 suporter yang datang dengan pengorbanan dan passion besar.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa baginya:
- Kepentingan tim selalu di atas segalanya
- Dukungan fans sangat berarti
- Hasil lebih penting dari pencapaian individu

Leave a Reply