Samai Rekor Gol Boninsegna, Lautaro: “Target Kolektif Lebih Penting dari Rekor Pribadi”

Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez memberikan pernyataan usai kemenangan telak 5-0 atas Sassuolo pada pekan ke-24 Serie A 2025-26, Senin (9/2/2026) dini hari WIB.

Meski mencatatkan rekor bersejarah bersama Nerazzurri, striker asal Argentina itu menegaskan bahwa tujuan kolektif tim jauh lebih penting daripada pencapaian individu.

Inter Milan asuhan Cristian Chivu tampil dominan dan tanpa ampun di kandang Sassuolo. Lima gol Nerazzurri dicetak oleh Yann Bisseck, Marcus Thuram, Lautaro Martinez, Manuel Akanji, dan Luis Henrique, mencerminkan kedalaman skuad dan variasi ancaman yang dimiliki Inter musim ini.

Rekor Bersejarah Lautaro, Namun Fokus Tetap pada Tim

Gol yang dicetak Lautaro dalam laga tersebut memiliki makna spesial. Tambahan satu gol itu membuatnya kini mengoleksi 171 gol bersama Inter Milan di semua ajang, menyamai legenda klub Roberto Boninsegna sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah Nerazzurri.

Hanya Giuseppe Meazza dan Alessandro Altobelli yang berada di atasnya.

Namun, Lautaro memilih merendah. Dalam wawancaranya bersama DAZN, ia menegaskan bahwa pencapaian tim tetap menjadi prioritas utama.

“Hal terpenting, selalu adalah mencapai target kolektif. Gol ini sangat berarti bagi saya, untuk perjalanan hidup saya sejak kecil dan untuk semua orang yang membantu saya. Ini penting bagi karier saya, tapi yang utama tetap tim,” ujar Lautaro.

Pernyataan ini mencerminkan mentalitas kapten sejati yang kini memimpin Inter dengan keunggulan delapan poin di puncak klasemen Serie A.

Federico Dimarco, Mesin Assist yang Menentukan Laga

Selain Lautaro, satu nama lain yang mencuri perhatian adalah Federico Dimarco. Wing-back kiri Inter itu tampil luar biasa dengan mencatatkan tiga assist dalam satu pertandingan.

Musim ini, Dimarco sudah mengoleksi 11 assist di Serie A, sebuah catatan yang belum pernah dicapai pemain bertahan mana pun pada fase kompetisi yang sama.

Lautaro pun tak ragu melontarkan pujian setinggi langit kepada rekan setimnya tersebut.

“Dia salah satu yang terbaik. Saat ini dia menentukan jalannya pertandingan. Tim adalah yang paling penting, tapi level individu juga sangat krusial,” kata Lautaro.

Kontribusi Dimarco memperkuat fakta bahwa Inter kini tidak lagi bergantung pada satu atau dua pemain saja. Variasi permainan dan kualitas individu menjadi senjata utama Nerazzurri.

Waspada Jelang Februari yang Penuh Ujian

Meski berada dalam momentum positif, Lautaro mengingatkan bahwa pekerjaan Inter masih jauh dari kata selesai.

Bulan Februari akan menjadi ujian berat dengan rangkaian laga besar, termasuk Derby d’Italia melawan Juventus, Derby della Madonnina kontra AC Milan, serta play-off Liga Champions menghadapi Bodo/Glimt.

“Kami sempat kehilangan poin di laga-laga besar. Kami harus memperbaiki detail-detail kecil dan memastikan hasil berpihak pada kami,” tegas Lautaro.

Ia menutup dengan nada optimistis namun realistis:

“Kami harus terus bekerja keras dengan kepala tertunduk. Kami sedang berada dalam momen yang bagus dan senang dengan musim sejauh ini.”

Inter Milan di Jalur yang Tepat Raih Scudetto

Kemenangan besar atas Sassuolo, rekor Lautaro Martinez, serta performa impresif Federico Dimarco menjadi gambaran jelas bahwa Inter Milan sedang berada di jalur yang tepat untuk memenangkan Scudetto.

Dengan kombinasi mentalitas juara, kedalaman skuad, dan fokus pada tujuan kolektif, Nerazzurri layak disebut sebagai kandidat kuat Scudetto musim ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*