Pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi, memberikan analisis tajam atas kemenangan 3-2 Inter Milan melawan Juventus yang digelar di San Siro dalam laga pekan ke-25 Serie A 2025-26, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB.
Dalam kolomnya di La Gazzetta dello Sport, Sacchi menyebut kemenangan Inter sebagai “vittoria da incorniciare” alias kemenangan yang layak dibingkai, terutama dalam konteks perburuan gelar Serie A musim ini.
Namun, di balik pujian tersebut, Sacchi juga menyoroti sejumlah kelemahan yang menurutnya harus segera dibenahi oleh pelatih Inter, Cristian Chivu, jika ingin bersaing di level tertinggi, termasuk di Liga Champions.
Kemenangan Penting dalam Perburuan Scudetto
Menurut Sacchi, kemenangan ini mencerminkan karakter khas Inter: penuh penderitaan, tetapi sarat kebanggaan dan determinasi.
Dengan jarak delapan poin dari AC Milan (meski Milan masih menyimpan satu laga), Inter dinilai telah memberi “akselerasi besar” dalam perburuan scudetto.
“Dengan penderitaan, seperti gaya klasik Inter. Dengan kebanggaan, seperti yang tertulis dalam DNA klub. Kemenangan yang layak ‘dibingkai’ jika melihat persaingan menuju scudetto bagi Nerazzurri, juga karena Milan yang berada di posisi kedua tertinggal delapan poin meski masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit,” ujar Sacchi.
Secara teknis dan fisik, Sacchi tak meragukan kualitas Nerazzurri. Namun, ia mengingatkan bahwa keunggulan tersebut bisa terancam jika tim masih kerap mengalami “amnesia” di momen-momen penting pertandingan.
“Namun, laga ini menyoroti beberapa titik lemah yang harus diperbaiki Chivu untuk mencapai level tertinggi, terutama dengan mempertimbangkan komitmen di Liga Champions. Bahwa Inter adalah tim terkuat secara teknis dan fisik, tidak ada yang meragukannya. Namun, mereka benar-benar harus menghapus momen-momen hilang konsentrasi yang berisiko merusak hasil pertandingan. Terkadang seperti lampu yang tiba-tiba padam,”
Juventus Lebih Baik di Babak Pertama
Sacchi bahkan mengakui bahwa Juventus tampil lebih meyakinkan di babak pertama.
Tim asuhan Luciano Spalletti dinilai lebih terorganisir, memiliki ide permainan yang jelas, serta mampu mengalirkan bola dengan cepat dari satu sisi ke sisi lain.
Ia juga memuji intuisi Spalletti dalam menemukan peran ideal bagi Weston McKennie, yang dinilai memberi keseimbangan taktis bagi Bianconeri.
“Di babak pertama saya lebih menyukai Juventus. Lebih terorganisir, ide-ide jelas, pergerakan cepat, bola mengalir dari satu sisi ke sisi lain dan sering menghilangkan titik referensi lawan. Menurut saya, intuisi Spalletti yang menemukan peran sempurna untuk McKennie sangatlah tepat,”
Masalah Konsentrasi di Lini Belakang Inter Milan
Gol penyama kedudukan Juventus dianggap sepenuhnya pantas. Sacchi menilai ada kelemahan serius di lini pertahanan Inter:
- Kurang konsentrasi
- Posisi pemain yang salah di kotak penalti
- Minimnya kesadaran terhadap ancaman dari belakang
Ia mempertanyakan bagaimana pemain Inter bisa lengah terhadap pergerakan lawan yang datang dari belakang.
“Gol penyama kedudukan Juventus, yang sangat pantas, menyoroti kelemahan pertahanan Nerazzurri: kurangnya konsentrasi, terlalu ceroboh, serta posisi pemain yang keliru di tengah kotak penalti,”
“Bagaimana bisa mereka terkejut oleh pergerakan lawan yang datang dari belakang? Kesannya, pada momen-momen tertentu, lini belakang Inter tidak merasakan bahaya,”
Kartu kuning kedua untuk Pierre Kalulu kemudian mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.
“Wajar jika kartu kuning kedua yang diberikan kepada Kalulu kemudian mengubah jalannya pertandingan,”
Dominasi Babak Kedua dan Pujian untuk Pio Esposito
“Babak kedua menjadi dominasi Nerazzurri dalam penguasaan bola, dan memang tidak mungkin berbeda,”
Sacchi secara khusus memuji Francesco Pio Esposito, yang ia sebut sebagai aset penting bukan hanya bagi Inter, tetapi juga untuk sepak bola Italia dan tim nasional.
“Pio Esposito adalah aset bagi Inter dan juga bagi sepak bola Italia, tentu saja dengan pandangan ke tim nasional,”
Penilaian ini mempertegas status Esposito sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Serie A saat ini.
Gol Zielinski dan Ledakan Emosi Chivu
Gol penentu dari Piotr Zielinski disebut Sacchi sebagai “autentica liberazione” — sebuah pelepasan emosi yang luar biasa.
Ia bahkan memahami selebrasi emosional Chivu di pinggir lapangan.
Menurutnya, ketika pertandingan dipenuhi adrenalin setinggi itu, wajar jika pelatih ikut larut dalam perjuangan timnya.
“Nerazzurri menginginkan kemenangan dan tiga poin, dan mereka meraihnya dengan kerja keras, keringat, serta kebanggaan. Gol Zielinski adalah sebuah pelepasan emosi yang luar biasa, Chivu merayakannya seperti seorang pemain dan saya bisa memahaminya: ketika pertandingan dipenuhi adrenalin setinggi itu, bahkan pelatih pun ikut larut dalam pertarungan dan itu wajar,”
Inter Kuat, Tapi Harus Lebih Stabil
Sebagai kesimpulan, Sacchi menilai Inter telah mempercepat langkah menuju scudetto.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa Juventus menunjukkan kapasitas untuk bersaing setara, terutama jika bermain dengan jumlah pemain yang sama.
Bagi Inter, pekerjaan rumah terbesar Chivu adalah memperbaiki konsistensi, konsentrasi bertahan, dan manajemen momen kritis.
“Sebagai kesimpulan, saya akan mengatakan bahwa Inter telah memberi akselerasi besar dalam perburuan scudetto, namun Juve menunjukkan bahwa mereka bisa bertarung secara seimbang, dan posisi di zona Liga Champions sepenuhnya dalam jangkauan,”

Leave a Reply