Sabatini: “Lautaro Selevel Batistuta dan Crespo, Tapi Belum Sejajar Milito”

Performa gemilang Lautaro Martinez kembali menjadi sorotan setelah Inter Milan meraih kemenangan penting di kandang Udinese dalam laga pekan ke-21 Serie A 2025-26.

Kali ini, analis sepak bola Italia Sandro Sabatini memberikan pandangan tajam lewat kanal YouTube pribadinya, membandingkan sang kapten Inter dengan para legenda striker Serie A.

Menurut Sabatini, perbedaan terbesar antara Inter musim ini dan musim lalu bukan terletak pada rotasi atau Liga Champions, melainkan pada konsistensi dan ketajaman Lautaro Martinez.

Lautaro, Faktor Pembeda Inter Era Chivu

“Lautaro membuat perbedaan lebih besar daripada Chivu,” tegas Sabatini.

Ia menilai bahwa performa Inter saat ini sangat ditentukan oleh produktivitas sang kapten di lini depan.

“Perbedaan nyata antara Inter musim ini dan musim lalu sepenuhnya terletak pada performa Lautaro Martinez. Ini bukan soal Liga Champions atau rotasi pemain, itu hanya faktor pinggiran,”

Statistik Lautaro musim ini kembali berada di level elite. Bagi pemain lain, angka-angka tersebut mungkin luar biasa, namun bagi Lautaro, itu sudah menjadi standar.

Sabatini bahkan menyamakan ritmenya dengan performa Inter saat meraih Scudetto di bawah asuhan Antonio Conte.

“Musim Serie A yang sedang ia jalani memiliki angka yang luar biasa bagi pemain lain, tetapi terbilang normal baginya. Ritmenya seperti saat meraih Scudetto bersama Conte,”

Yang membuat kontribusi Lautaro semakin istimewa, menurut Sabatini, adalah fakta bahwa ia tidak mengambil penalti.

“Gol-golnya adalah gol murni (tanpa penalti),” sambungnya.

Gol kemenangan ke gawang Udinese disebutnya sebagai contoh sempurna insting bomber kelas atas.

“Apa yang ia lakukan di Udine adalah ciri striker sejati, seorang bomber,”

Bandingkan dengan Batistuta dan Crespo, Tapi Milito Masih Jadi Batas

Dalam konteks sejarah Serie A, Sabatini menempatkan Lautaro sejajar dengan Gabriel Batistuta dan Hernán Crespo dari segi konsistensi dan produktivitas gol.

Namun, ada satu catatan penting yang membuatnya belum bisa disamakan dengan legenda Inter lainnya, Diego Milito.

“Lautaro memiliki karier sebagai penyerang besar; di Italia levelnya sudah setara Batistuta dan Crespo. Yang masih kurang darinya adalah gol-gol di laga besar, karena tanpa itu ia tidak akan pernah menjadi Milito. Namun angka-angkanya sungguh luar biasa,”

Milito dikenang sebagai penentu di laga-laga krusial, terutama final Liga Champions 2010.

Lautaro, meski produktif, masih dinilai perlu meningkatkan dampaknya di momen-momen terbesar untuk mencapai status legendaris serupa.

Pujian untuk Pio Esposito, Sinyal Positif bagi Frattesi

Tak hanya Lautaro, Sabatini juga memberi apresiasi tinggi kepada Francesco Pio Esposito.

Penyerang muda Inter itu dinilai semakin matang dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam membaca permainan serta kerja sama dengan rekan setim.

“Esposito? Layak mendapat aplaus, semakin matang dari waktu ke waktu. Saya suka bagaimana ia berkembang,”

Sementara itu, untuk Davide Frattesi, Sabatini melihat situasi yang lebih kompleks. Saat dalam kondisi fisik terbaik, kualitas Frattesi tak diragukan. Namun saat ini, ia baru berada di kisaran gelandang kelima dalam hierarki tim.

“Frattesi? Jika kondisinya fit, kualitasnya jelas ada. Sekarang setidaknya dia adalah gelandang kelima,”

Meski begitu, Sabatini menilai Frattesi mulai memahami bahwa ia masih bisa menemukan ruang penting di skuad Inter.

“Namun saat ini ia sudah paham bahwa ia bisa menemukan ruang untuk dirinya,”

Keputusan masa depannya, termasuk bersama agen, akan sangat menentukan apakah ia mampu kembali naik dalam struktur tim dan mengembalikan nilai kontraknya.

“Tinggal dipahami apa yang ia inginkan bersama agennya. Saya yakin ia punya kesempatan untuk berpikir dan menyadari bahwa nilai kontraknya bukan lagi seperti setahun lalu, bahkan ia bisa naik kembali dalam hierarki tim.”

Inter di Jalur Tepat, Lautaro Jadi Poros Utama

Komentar Sabatini menegaskan satu hal: Inter Milan saat ini bertumpu pada Lautaro Martinez.

Ketajamannya menjadi fondasi utama konsistensi Nerazzurri di Serie A, terutama di tengah fase padat kompetisi.

Jika Lautaro mampu menambah dimensi baru, khususnya gol di laga-laga besar, bukan tak mungkin ia benar-benar melampaui status bomber hebat dan menorehkan namanya sejajar dengan legenda terbesar Inter sepanjang masa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*