Pistocchi: Kontak Scalvini-Frattesi Seharusnya Penalti untuk Inter, VAR Jadi Sorotan

Kontroversi besar menyelimuti pertandingan pekan ke-29 Serie A 2025-26 antara Inter Milan vs Atalanta yang berakhir imbang 1-1 di San Siro, Sabtu (14/3/2026) malam WIB.

Sejumlah keputusan wasit menjadi bahan perdebatan panas, terutama terkait gol penyama kedudukan Atalanta dan penalti yang tidak diberikan kepada Inter.

Jurnalis dan analis sepak bola Italia, Maurizio Pistocchi, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik keputusan tersebut. Melalui media sosial, ia bahkan menyebut Inter “dirampok” dalam pertandingan tersebut.

Pistocchi: Inter Dirugikan oleh Keputusan Wasit

Dalam komentarnya, Pistocchi menilai dua keputusan krusial dalam laga tersebut sangat merugikan Inter.

Pertama adalah gol penyama kedudukan Atalanta yang dianggap tidak sah. Gol tersebut lahir dalam situasi yang menurut banyak pihak mengandung pelanggaran.

Selain itu, ia juga menyoroti insiden di kotak penalti yang melibatkan Scalvini dan Davide Frattesi.

Menurut Pistocchi, kontak antara kedua pemain tersebut seharusnya menghasilkan penalti bagi Inter.

“Kontak antara Scalvini dan Frattesi selalu dianggap sebagai penalti dalam situasi seperti itu,” tulis Pistocchi.

Ia bahkan menyebut keputusan untuk tidak memberikan penalti sebagai sesuatu yang “grotesk” atau sangat tidak masuk akal.

Peran VAR Jadi Sorotan

Selain mengkritik wasit utama Manganiello, Pistocchi juga menyoroti kinerja Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan tersebut.

Petugas VAR dalam laga itu adalah Matteo Gariglio dari seksi wasit Pinerolo. Menurut Pistocchi, Gariglio tidak menganggap insiden Scalvini–Frattesi sebagai kesalahan serius sehingga tidak memanggil Manganiello untuk melakukan On-Field Review (OFR).

Keputusan itu membuat banyak pihak heran, mengingat situasi tersebut dianggap cukup jelas oleh sebagian analis sepak bola.

Retrospeksi Kontroversial tentang VAR

Pistocchi juga mengungkap fakta menarik mengenai karier Gariglio. Menurutnya, sang wasit sempat dikeluarkan dari daftar wasit Serie A oleh komite wasit Italia pada tahun 2023 karena alasan teknis.

“Ia dikeluarkan dari CAN pada tahun 2023 karena alasan teknis: gagal saat bertugas di lapangan, tetapi justru dipromosikan menjadi VAR. Urusan ala Rocchi,” ungkap Pistocchi.

Komentar Pistocchi tersebut secara tidak langsung mengkritik sistem penunjukan VAR di Italia yang berada di bawah pengawasan Gianluca Rocchi sebagai kepala komite wasit.

Dampak Keputusan Kontroversial bagi Inter

Bagi Inter, keputusan-keputusan tersebut memiliki dampak besar. Selain kehilangan peluang mendapatkan penalti, mereka juga harus menerima gol penyama kedudukan yang kontroversial.

Situasi ini membuat pelatih Cristian Chivu dan para pemain Inter melayangkan protes keras selama pertandingan.

Hasil imbang ini juga membuat Nerazzurri kembali kehilangan poin penting dalam persaingan gelar Serie A.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*