Inter Milan harus pulang dengan tangan hampa dari Wanda Metropolitano setelah kalah 2-1 dari Atletico Madrid di matchday 5 Liga Champions 2025-26, dan legenda Nerazzurri, Goran Pandev menilai hasil tersebut sangat tidak mencerminkan jalannya pertandingan.
Berbicara di studio Sky Sport, Pandev memberikan analisis tegas mengenai performa Inter yang dianggap sudah sangat baik, namun gagal menjaga konsentrasi hingga akhir.
Inter Tidak Pantas Kalah, Tapi di Level Ini Kamu Harus Cetak Gol
Menurut Pandev, Inter tampil dominan hampir di sepanjang laga. Mereka menciptakan peluang, mengontrol ritme pertandingan, dan bahkan sempat menyamakan kedudukan melalui Piotr Zielinski.
Namun, kegagalan memaksimalkan peluang dan kurangnya fokus di detik-detik akhir justru membawa petaka.
“Kekalahan datang di menit terakhir. Inter tidak pantas kalah. Tapi jika kamu tidak mencetak gol dan tidak fokus sampai akhir, kamu akan membayar mahal di level seperti ini. Konsentrasi harus dijaga hingga peluit akhir,” ujar Pandev.
Pernyataannya menyoroti hal fundamental yang kerap menentukan laga besar: efektivitas dan mentalitas.
Inter Lebih Kuat dari Musim Lalu, Tapi Masalahnya Ada di Kepala
Pandev juga menilai bahwa kualitas skuat Inter musim ini sebenarnya lebih baik daripada musim lalu. Namun, masalahnya bukan pada teknik atau taktik, melainkan pada psikologis para pemain.
“Tim ini lebih kuat dari musim lalu. Mungkin mereka harus membaik dalam hal mental. Tidak seperti Inter jika sering melakukan kesalahan seperti ini. Mereka harus berkembang di area itu,” jelasnya.
Menurutnya, Inter tidak boleh kehilangan pertandingan seperti ini, terutama ketika mereka mendominasi dan menciptakan banyak peluang.
Pergantian Pemain Jadi Pembeda, Tapi Bukan untuk Inter
Salah satu poin kritik terbesar Pandev adalah kontribusi pemain pengganti.
Jika Atletico berhasil mendapatkan tenaga segar yang membuat perbedaan, Inter justru tidak mendapatkan dampak berarti dari pergantian pemain.
“Pergantian pemain membuat perbedaan. Tapi pergantian Inter malam ini memberi dampak yang sangat kecil,” tegas Pandev.
Kurangnya kontribusi dari pemain pelapis pada laga besar seperti ini menjadi alarm bagi Cristian Chivu untuk mengevaluasi rotasi dan strategi saat momentum pertandingan berubah.

Leave a Reply