Pertandingan antara Como dan Inter Milan di pekan ke-32 Serie A 2025-26 tak hanya menarik dari sisi klasemen, tetapi juga menghadirkan duel individu: Nico Paz vs Hakan Calhanoglu.
Keduanya dikenal sebagai spesialis tembakan jarak jauh, senjata yang kini menjadi identitas penting bagi kedua tim di Serie A.
Raja Gol Jarak Jauh di Serie A
Baik Como maupun Inter sama-sama mencatatkan:
- 10 gol dari luar kotak penalti musim ini
- Menjadi tim paling mematikan dari jarak jauh di Serie A
Kontribusi terbesar datang dari:
- Nico Paz (Como)
- Hakan Calhanoglu (Inter)
Menariknya, kedua pemain ini menyumbang sekitar setengah dari total gol jarak jauh tim masing-masing.
Nico Paz: Bakat Murni dengan Insting Berani
Nico Paz bukan hanya soal teknik dan kekuatan. Ia membawa sesuatu yang lebih:
- Keberanian mencoba dari jarak jauh
- Kreativitas tinggi di lini serang
- Sentuhan magis dalam setiap aksi
Gelandang muda asal Argentina ini juga dikenal dengan:
- Tendangan keras dan akurat
- Skill individu seperti “veronica” dan trik kreatif lainnya
- Kemampuan menciptakan momen tak terduga
Tak heran jika ia disebut sebagai “permata” yang sudah lama menarik perhatian banyak pihak, termasuk di Milan.
Calhanoglu: Paket Lengkap Sang Maestro Inter
Di sisi lain, Hakan Calhanoglu menghadirkan kualitas yang lebih komplet.
Ia bukan hanya spesialis tembakan jarak jauh, tetapi juga:
- Eksekutor bola mati kelas dunia
- Playmaker utama tim
- Pemimpin dalam distribusi bola
Keunggulan Calhanoglu:
- Teknik tinggi
- Koordinasi sempurna
- Kepercayaan diri luar biasa
- Akurasi mematikan
Dalam statistik, Calhanoglu bahkan:
- Masuk jajaran elit spesialis gol jarak jauh di Eropa
- Berada di posisi top dalam 5 liga besar dalam 15 tahun terakhir
Hanya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang mencatat angka lebih tinggi darinya dalam kategori ini, sebuah bukti kualitas luar biasa.
Inter Punya Kedalaman Tambahan
Menariknya, Inter tidak hanya mengandalkan Calhanoglu. Nama Piotr Zielinski juga masuk dalam daftar pemain dengan kontribusi gol jarak jauh tinggi.
Hal ini memberi keuntungan bagi pelatih Cristian Chivu:
- Variasi ancaman dari lini kedua
- Alternatif saat satu pemain dikunci lawan
- Fleksibilitas taktik
Duel yang Bisa Menentukan Laga
Dengan absennya Lautaro Martinez, Inter sangat bergantung pada kreativitas lini tengah, dan di sinilah Calhanoglu menjadi kunci.
Namun Como juga punya senjata serupa dalam diri Nico Paz.
Artinya:
- Satu momen dari luar kotak penalti bisa menentukan hasil
- Duel ini bisa berubah dalam sekejap
- Kedua tim punya “senjata tersembunyi” yang mematikan

Leave a Reply