Meski Kebobolan Dua Gol, Yann Sommer Tetap Jadi Pahlawan Inter Milan Lawan Roma

Kemenangan telak 5-2 Inter Milan atas AS Roma di San Siro akhir pekan lalu menyisakan banyak cerita menarik.

Sorotan utama tertuju pada kembalinya ketajaman Lautaro Martinez atau berakhirnya puasa gol Marcus Thuram. Namun, di balik hujan gol tersebut, ada sosok veteran yang menjadi kunci stabilitas pertahanan Nerazzurri, yakni Yann Sommer.

Meski gagal mencatatkan clean sheet, kiper berusia 37 tahun ini mendapatkan pujian luas atas performanya yang krusial dalam menjaga keunggulan tim asuhan Cristian Chivu.

Penyelamatan Vital: Momen Penentu Laga

Laporan dari Tuttosport menegaskan bahwa skor akhir 5-2 bisa saja berbeda jika Sommer tidak sigap di babak pertama. Salah satu momen paling menentukan adalah ketika kiper asal Swiss tersebut mematahkan peluang emas Donyell Malen.

Penyerang Roma tersebut melepaskan sundulan jarak dekat yang sangat bertenaga dan terarah.

Dengan refleks luar biasa, mantan kiper Bayern Munchen ini meregangkan tubuhnya untuk menepis bola, mencegah Roma menyamakan kedudukan pada momen krusial.

Penyelamatan ini menjadi fondasi mental bagi Inter untuk terus menekan dan mendominasi laga.

Kebobolan yang “Tak Terelakkan”

Statistik mencatat dua gol bersarang di gawang Inter, namun analis sepakat bahwa Sommer tidak bisa disalahkan atas gol-gol tersebut:

  1. Gol Gianluca Mancini (Menit ke-40): Sommer hampir tidak memiliki ruang untuk bereaksi saat Mancini berhasil merestorasi keseimbangan lewat situasi bola mati.
  2. Gol Lorenzo Pellegrini (Menit 70): Kapten Roma tersebut melepaskan tembakan rendah yang sangat presisi ke pojok gawang. Meski Sommer sudah menebak arah bola, akurasi tembakan Pellegrini membuatnya mustahil dijangkau.

Meskipun Inter belum mencatatkan clean sheet di liga sejak akhir Februari, kehadiran Sommer di bawah mistar memberikan rasa aman yang tak ternilai bagi lini belakang yang kini dipimpin oleh Chivu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*