Marseille Dipermalukan PSG 0-5, Pavard Jadi Kambing Hitam Media Prancis

Situasi Olympique Marseille kian memanas. Setelah tersingkir dari Liga Champions dua pekan lalu, Marseille kembali dipermalukan oleh rival abadi mereka, Paris Saint-Germain, dalam kekalahan telak 0-5 kemarin (9/2), yang mengguncang internal klub.

Namun bukan hanya hasil di lapangan yang jadi sorotan. Benjamin Pavard kini berada di pusat badai kritik tajam media Prancis.

Dalam program Winamax, jurnalis ternama Walid Acherchour melontarkan serangan frontal kepada dua bek Marseille: Benjamin Pavard dan Leonardo Balerdi. Kata-katanya keras, tanpa kompromi, dan langsung memicu perdebatan luas di Prancis.

Acherchour Murka: “Indegno, Ini Seperti Lelucon!”

Menurut Acherchour, Marseille tak akan pernah berkembang jika masih bergantung pada pemain dengan mental dan kualitas seperti Pavard dan Balerdi. Ia menilai keduanya gagal total, bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara karakter.

“Balerdi dan Pavard tidak layak untuk Marseille, ini sungguh memalukan. Mereka adalah ‘pemimpin kecil’ yang merasa lebih besar dari kenyataannya. Semua gestur besar sebelum laga, lalu dipermalukan seperti ini—ini terlihat seperti lelucon,” ujar Acherchour dengan nada tajam.

Ia secara khusus menyoroti Pavard, yang dianggap bukan pemimpin sejati, meski pernah bermain di klub-klub elite Eropa.

“Pavard hanyalah pemain pendukung di tim-tim besar. Dia bukan leader. Berhentilah mengarang peran yang tidak dimilikinya,”

“Rangkaian kesalahan Pavard dan Balerdi itu dramatis. Sudahi saja…,”

Dibuat Tak Berdaya

Kritik semakin brutal ketika membahas performa lini belakang OM saat menghadapi trio ofensif PSG: Doué, Barcola, dan Dembélé.

Acherchour menyebut Pavard dan Balerdi “dibawa jalan-jalan” oleh para penyerang PSG, dengan kesalahan mendasar dalam posisi, duel, hingga build-up.

“Mereka selalu membelakangi lawan dalam duel. Kita bicara pemain dengan gaji luar biasa. Gol kedua PSG itu seperti adegan komedi: kontrol, positioning, duel, semuanya bencana.”

Pavard dan Inter: Jalan Pulang Makin Terbuka?

Di tengah badai kritik ini, masa depan Benjamin Pavard di Marseille tampaknya sudah mendekati akhir. Bek juara dunia 2018 itu saat ini berstatus pinjaman dari Inter Milan, dengan opsi pembelian permanen.

Namun, melihat performa dan tekanan media yang begitu besar, opsi tersebut hampir pasti tidak akan ditebus. Di Prancis sendiri mulai muncul narasi bahwa solusi terbaik adalah “mengembalikan Pavard ke Inter tanpa syarat”.

Bagi Inter, situasi ini tentu menarik. Nerazzurri masih memegang kendali atas masa depan sang pemain, dan kembalinya Pavard bisa membuka berbagai skenario—baik sebagai bagian skuad, rotasi, maupun aset pasar transfer.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*