Legenda sepak bola Italia, Luca Toni memberikan pandangannya terkait performa Inter Milan setelah kekalahan di Derby della Madonnina melawan AC Milan di pekan ke-28 Serie A 2025-26.
Meski hasil tersebut mengecewakan, Toni menilai kritik berlebihan terhadap Nerazzurri tidak sepenuhnya adil mengingat mereka masih berada di jalur yang tepat untuk meraih Scudetto.
Berbicara dalam podcast Cose Scomode, mantan striker timnas Italia itu menegaskan bahwa musim Inter tetap layak diapresiasi, terutama jika mereka berhasil mengamankan gelar Serie A.
Toni: Inter Tidak Layak Diserang Berlebihan
Menurut Toni, terlalu berlebihan jika publik langsung mengkritik keras Inter hanya karena mereka kerap kesulitan di laga besar.
“Inter tidak boleh sampai kehilangan Scudetto. Cristian Chivu telah melakukan sesuatu yang penting bersama tim ini,” ujar Toni.
Ia menambahkan bahwa jika tim yang berpotensi memenangkan Serie A seperti Inter masih menjadi sasaran kritik tajam, maka performa klub-klub lain juga seharusnya dipertanyakan.
“Jika kita terus menyerang Inter yang sedang memimpin klasemen meski kalah di laga besar, lalu bagaimana dengan tim-tim lain?” lanjutnya.
Gugur di Liga Champions Jadi Noda Kecil
Toni mengakui bahwa perjalanan Inter Milan musim ini tidak sepenuhnya sempurna. Salah satu catatan negatif adalah tersingkir lebih awal dari UEFA Champions League, yang menurutnya sedikit mengurangi kesan positif musim mereka.
Namun ia menegaskan bahwa jika Inter berhasil memenangkan Scudetto, maka musim ini tetap bisa dianggap sukses.
“Memang tersingkir cepat dari Liga Champions sedikit menodai musim mereka, tetapi jika mereka memenangkan Serie A, maka musim ini tetap positif,” jelas Toni.
Ia juga menilai situasi yang dihadapi Chivu tidak mudah karena harus membangun kembali tim setelah kekecewaan besar musim sebelumnya.
“Tidak mudah mengambil alih tim setelah kegagalan besar musim lalu, dan Chivu telah melakukan pekerjaan yang bagus,”
Toni Minta Publik Bersabar dengan Pio Esposito
Selain membahas performa tim, Toni juga menyinggung striker muda Inter, Francesco Pio Esposito, yang tampil kurang maksimal dalam Derby.
Menurutnya, satu pertandingan buruk tidak seharusnya langsung menjadi alasan untuk meragukan masa depan sang pemain.
“Sebelum Derby, dia disebut sebagai striker masa depan. Wajar jika dia kesulitan di pertandingan sebesar Derby,” kata Toni.
Ia juga menambahkan bahwa banyak pemain berpengalaman pun mengalami kesulitan dalam laga tersebut.
“Kita tidak bisa langsung mencoretnya hanya karena satu laga di mana dia tidak banyak menyentuh bola, karena bahkan beberapa pemain veteran penting juga mengalami hal yang sama,”
Toni meminta agar Esposito dan penyerang muda lain seperti Ange-Yoan Bonny diberi waktu untuk berkembang tanpa tekanan berlebihan.
“Biarkan dia dan Bonny berkembang dengan tenang, karena jika pemain yang kita kritik justru mereka berdua…,”
Toni Bela Bastoni dari Cemoohan Fans
Dalam kesempatan yang sama, Toni juga menanggapi cemoohan yang diterima bek Inter, Alessandro Bastoni, dari sebagian suporter.
Mantan penyerang yang pernah membawa Italia menjuarai FIFA World Cup 2006 itu mengaku tidak setuju dengan perlakuan tersebut.
“Saya sama sekali tidak setuju dengan siulan kepada Bastoni. Tapi sebagai pemain, Anda tidak boleh terlalu terpengaruh oleh hal itu. Biasanya dalam beberapa minggu situasinya akan mereda,” ujarnya.
Sikap Chivu Soal Kontroversi Penalti Dipuji
Toni juga memuji sikap pelatih Inter, Cristian Chivu, yang dinilai tidak memperbesar kontroversi terkait potensi penalti akibat dugaan handball dari Samuele Ricci dalam pertandingan tersebut.
Menurut Toni, keputusan Chivu untuk tidak terlalu memperdebatkan insiden itu menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi situasi panas.
“Chivu melakukan hal yang tepat dengan meredakan situasi. Dia tidak terpaku pada kejadian itu dan memahami bahwa penalti seperti itu sekarang jarang diberikan.”

Leave a Reply