Komentar Sucic Usai Inter Kalah dari Arsenal: “Gol Saya Indah, Tapi Tanpa Kemenangan Rasanya Hampa”

Inter Milan harus menelan pil pahit di hadapan publik sendiri setelah takluk 1-3 dari Arsenal pada matchday 7 Liga Champions 2025-26 di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan poin, tetapi juga mengguncang ambisi Nerazzurri untuk lolos langsung ke babak 16 besar.

Dalam laga berintensitas tinggi yang mempertemukan dua tim papan atas Eropa, Petar Sucic menjadi satu-satunya pencetak gol Inter.

Namun, gelandang muda tersebut menegaskan bahwa keindahan golnya tak berarti apa-apa tanpa kemenangan.

Laga Penuh Tekanan di Meazza

Arsenal datang ke “La Scala del Calcio” dengan status tak terkalahkan di Liga Champions dan sebagai pemuncak klasemen Premier League. Sejak menit awal, tempo tinggi langsung tersaji, dengan kedua tim saling menekan dan tak memberi ruang bernapas.

Inter sempat memberi perlawanan sengit, terutama di babak pertama. Beberapa peluang emas tercipta dan lini pertahanan Arsenal, yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia saat ini dipaksa bekerja keras.

Namun efektivitas menjadi pembeda. Arsenal tampil lebih klinis dan berhasil memanfaatkan momen krusial untuk mengunci kemenangan 3-1 di kandang Inter.

Gol Spektakuler yang Terasa Hampa

Petar Sucic mencuri perhatian lewat gol indahnya, sebuah eksekusi yang menunjukkan kualitas teknik dan ketenangan di laga besar. Meski demikian, sang pemain memilih bersikap rendah hati saat berbicara kepada InterTV usai pertandingan.

“Kami memiliki beberapa peluang bagus di babak pertama, tetapi pada akhirnya kami kalah. Apakah kami menyulitkan pertahanan terbaik di dunia? Bisa dibilang iya, tapi mereka mencetak lebih banyak gol dan itu yang paling penting,” ujar Sucic.

Tentang golnya sendiri, ia menambahkan dengan jujur:

“Gol saya memang indah, tapi tanpa kemenangan, rasanya hampa,”

Jalan Terjal Inter Menuju Fase Gugur

Hasil ini membuat peluang Inter untuk lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions semakin menipis.

Kekalahan di kandang membuat margin kesalahan semakin tipis, dan Nerazzurri kini dituntut tampil sempurna di laga terakhit fase liga jika ingin menghindari jalur playoff yang melelahkan.

Bagi Cristian Chivu dan skuadnya, evaluasi menyeluruh menjadi keharusan. Meski performa tidak sepenuhnya buruk, detail kecil dan efektivitas di momen krusial kembali menjadi faktor penentu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*