Jelang Lawan Como, Chivu: “Inter Harus Jadi Versi Terbaik dan Tetap Dominan”

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu menegaskan pentingnya menjaga konsistensi jelang laga krusial melawan Como di pekan ke-32 Serie A 2025-26, Senin (13/4/26) pukul 01.45 WIB.

Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, setiap poin kini menjadi sangat berharga dalam perburuan gelar.

Dalam wawancara jelang pertandingan dengan DAZN, Chivu juga membahas kondisi mental pemain, termasuk cara tim membantu para pemain timnas Italia bangkit dari kekecewaan.

Fokus Penuh di Sisa Musim

Chivu menegaskan bahwa Inter harus tetap fokus dan tidak kehilangan arah di fase penentuan musim.

“Masih ada Tujuh pertandingan, 21 poin yang bisa diraih. Kami harus sadar dengan apa yang sudah kami lakukan dan mempertahankan konsistensi serta keinginan untuk mencapai target,” ujar Chivu.

Baginya, kunci utama adalah menjaga performa:

  • Konsisten di setiap pertandingan
  • Tetap lapar akan kemenangan
  • Tidak meremehkan lawan

Como Bukan Lawan yang Bisa Diremehkan

Meski di atas kertas lebih diunggulkan, Chivu menolak anggapan bahwa laga melawan Como akan mudah.

Ia menegaskan:

  • Semua pertandingan di Serie A sulit
  • Tidak ada hasil yang bisa dianggap pasti
  • Inter harus tampil maksimal

“Como? Akan sama seperti pertandingan lainnya. Semua laga itu sulit, kami tidak bisa menganggap remeh hasil. Kami harus menjadi versi terbaik dari diri kami, dengan berusaha tampil kompetitif dan dominan,” lanjutnya.

Pendekatan ini menunjukkan mentalitas serius Nerazzurri dalam setiap laga, tanpa memandang posisi lawan di klasemen.

Mengobati Kekecewaan Pemain Timnas Italia

Salah satu poin menarik dari pernyataan Chivu adalah bagaimana tim membantu para pemain yang baru kembali dari tugas internasional, terutama setelah hasil yang mengecewakan.

Menurutnya:

  • Kekecewaan bisa menguras energi dan kepercayaan diri
  • Dukungan emosional dari rekan setim sangat penting
  • Lingkungan tim harus memberikan rasa aman

Pendekatan ini menunjukkan sisi humanis dari Chivu sebagai pelatih.

“Kekecewaan para pemain timnas Italia? Mereka adalah pribadi yang hebat secara manusiawi. Tentu saja kekecewaan bisa meninggalkan dampak besar, menguras energi serta menurunkan kepercayaan diri dan harga diri. Namun dengan bantuan dan dukungan dari rekan-rekan setim, kami berhasil memberikan mereka perhatian dan dukungan yang dibutuhkan seseorang di saat sulit,”

Lautaro Tetap Jadi Pilar Penting

Chivu juga menyinggung peran Lautaro Martinez, yang disebutnya sebagai sosok krusial dalam tim.

Ia menegaskan:

  • Lautaro adalah juara dunia
  • Top skor tim
  • Memberikan kontribusi besar di lapangan

Keberadaan sang kapten tetap menjadi salah satu kunci kekuatan Inter.

“Lautaro? Dia adalah juara dunia, pencetak gol terbanyak tim, dan kami tahu apa yang bisa ia berikan,”

Filosofi Chivu: Jadi Diri Sendiri Tanpa “Topeng”

Dalam refleksi pribadinya, Chivu menyoroti pentingnya kejujuran dan keseimbangan dalam karier sebagai pelatih.

“Saya tidak banyak membicarakan diri sendiri, saya tetap orang yang sama seperti beberapa bulan lalu. Dibutuhkan lebih banyak kekuatan untuk menjadi diri sendiri daripada berpura-pura,”

“Syukurlah saya mampu menjaga keseimbangan penting antara sisi manusia dan profesional saya. Sepak bola memberi Anda kesempatan untuk memakai banyak ‘topeng’, tetapi keberanian sejati adalah memilih untuk tidak memakainya.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*