Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, melontarkan respons tegas kepada seorang jurnalis Norwegia dalam konferensi pers jelang leg 2 playoff Liga Champions 2025-26 melawan Bodo/Glimt di San Siro pada Rabu (25/2/2026) pukul 23.00 WIB.
Chivu terlihat tersinggung ketika sang wartawan menanyakan apakah Inter seharusnya merasa “malu” jika tersingkir dari babak play-off Liga Champions oleh klub asal Norwegia tersebut.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari pelatih asal Rumania tersebut, yang tanpa ragu membela martabat klubnya.
Chivu: “Tidak Ada yang Memalukan dalam Sepak Bola”
Dalam konferensi pers, Chivu bahkan melepas headphone-nya untuk memastikan ia mendengar pertanyaan dengan jelas sebelum memberikan jawaban.
“Ya, Anda bahkan tertawa. Selamat,” ujar Chivu dengan nada tajam.
Ia menegaskan bahwa tidak ada yang memalukan dalam sepak bola. Menurutnya, olahraga ini dibangun atas kerja keras, rasa hormat, dan kompetisi yang sehat.
“Tidak ada yang memalukan dalam sepak bola. Dalam sepak bola, ada kerja keras dari sebuah klub dan tim, di satu sisi maupun di sisi lainnya, dan kita harus menerima serta menghormati lawan, mengingat Anda tidak menghormati kami dengan menyebut kami seperti itu, dengan mengatakan bahwa kami harus malu kalah melawan tim seperti itu, melawan kota dengan 50.000 penduduk,”
Komentar tersebut menjadi viral karena menunjukkan sisi emosional sekaligus kepemimpinan Chivu dalam melindungi reputasi Inter.
Inter Mengakui Keunggulan Lawan
Pada leg pertama di Norwegia, Inter harus mengakui keunggulan Bodo/Glimt dengan skor 3-1. Namun Chivu tetap menunjukkan sportivitas.
Ia memuji performa Bodo yang juga pernah meraih hasil positif melawan klub-klub besar Eropa, termasuk di Madrid serta menghadapi Manchester City dan Borussia Dortmund.
“Kami sangat menghormati apa yang telah dilakukan Bodo terhadap kami, tetapi juga apa yang mereka lakukan di Madrid serta melawan City dan Dortmund. Kami menghormati lawan kami dan memberi selamat kepada mereka atas hal-hal baik yang telah mereka bangun dalam beberapa waktu terakhir,”
Menurut Chivu, timnya sudah berusaha menjadi versi terbaik mereka di laga sebelumnya.
“Kami mencoba menjadi versi terbaik diri kami minggu lalu. Ketika mereka lebih baik dari kami, dan kami mengucapkan selamat kepada mereka,”
Fokus Comeback di San Siro
Inter kini menghadapi misi berat membalikkan defisit dua gol di kandang sendiri. Bermain di hadapan publik San Siro, tekanan tentu besar, tetapi Chivu menolak menyebut timnya berada dalam situasi memalukan.
Ia juga menegaskan bahwa para pemainnya tidak memerlukan motivasi tambahan.
“Tidak perlu memotivasi mereka. Mereka tahu betapa pentingnya pertandingan ini.”
Sikap tersebut mencerminkan mentalitas kompetitif yang coba dibangun Chivu: percaya diri, fokus, dan tidak terpengaruh opini eksternal.
Dukungan untuk Alessandro Bastoni
Dalam kesempatan yang sama, Chivu juga membela bek andalannya, Alessandro Bastoni, yang sempat menjadi sorotan akibat kontroversi beberapa pekan terakhir.
“Saya bangga dengan apa yang ia lakukan di lapangan. Tidak mudah bermain tanpa terpengaruh situasi.”
Pernyataan ini menunjukkan solidaritas internal skuad Inter menjelang laga hidup-mati.

Leave a Reply