Laga panas antara Inter Milan dan Juventus kembali menyedot perhatian dunia. Derby d’Italia di San Siro kali ini bukan sekadar duel klasik dua raksasa Serie A, tetapi juga panggung pembuktian bagi pelatih Nerazzurri, Cristian Chivu, yang menaruh respek besar terhadap perkembangan Bianconeri di bawah Luciano Spalletti.
Laga Inter Milan vs Juventus di pekan ke-25 Serie A 2025-26 ini dijadwalkan kick-off pada Minggu (15/2/2026) pukul 02.45 WIB.
Lima bulan setelah kekalahan dramatis 4-3 di Turin yang menjadi salah satu malam paling kacau dalam awal masa kepelatihannya, Chivu kini datang dengan Inter yang lebih matang dan memiliki identitas lebih jelas. Namun, ia menegaskan satu hal: Juventus kini tim yang berbeda.
Juventus Semakin Solid Bersama Spalletti
Chivu tak ragu memberi kredit kepada Spalletti atas transformasi Juventus dalam waktu singkat.
“Mereka adalah tim yang telah meningkat dengan kedatangan Luciano,” ujar Chivu.
“Ia memberi identitas dengan cepat, dan Anda bisa melihat ide-idenya. Secara individu para pemain berkembang, dan mereka tim yang bisa menyulitkan siapa pun,”
Pernyataan ini menegaskan bahwa Inter tak boleh terjebak pada memori kemenangan atau kekalahan masa lalu. Juventus saat ini tampil lebih terstruktur, fleksibel, dan percaya diri. Pendekatan taktis Spalletti membuat Juve menjadi tim “hybrid” — dinamis dalam transisi, agresif saat menekan, serta berbahaya lewat variasi serangan.
Bagi Inter, laga ini menjadi ujian sejauh mana konsistensi mereka dalam dua bulan terakhir benar-benar mencerminkan pertumbuhan nyata.
“Kami berharap performa kami tetap berada di level yang tinggi. Kami harus menunjukkan determinasi yang sama seperti yang telah kami tunjukkan dalam dua bulan terakhir,”
Derby d’Italia: Emosi Harus Terkendali
Meski sarat gengsi dan sejarah, Chivu menolak membesar-besarkan tekanan laga kontra Juventus.
“Saya selalu menghormati setiap lawan. Saya tidak pernah merasakan beban derby. Rahasianya adalah tidak menciptakan tekanan untuk diri sendiri,”
“Pertandingan ini penting, kami memahami itu dari apa artinya bagi para penggemar dan ambisi klub,”
Menurutnya, motivasi ekstra memang ada. Namun tantangan sebenarnya adalah menjaga standar performa tinggi, baik menghadapi tim besar maupun tim papan tengah. Ia menegaskan bahwa yang membedakan tim juara adalah keseimbangan emosional.
“Ada motivasi tambahan, tetapi tantangannya adalah menemukan motivasi bahkan saat menghadapi tim-tim yang lebih kecil,” ujarnya. “Ini adalah pertandingan penting secara global karena apa yang diwakili oleh kedua klub tersebut,”
Chivu juga sepakat dengan keputusan Juventus mengirim Manuel Locatelli ke konferensi pers alih-alih Spalletti. Baginya, ketika jadwal padat, pesan pelatih tak selalu perlu diulang setiap tiga hari.
“Ketika ada begitu banyak kompetisi, berbicara setiap tiga hari menjadi sulit karena konsepnya tidak berubah. Saya setuju dengan pilihan Juventus,”
Kabar Skuad Inter: Barella dan Calhanoglu Siap Tempur
Kabar baik datang dari ruang medis Nerazzurri. Nicolò Barella dan Hakan Çalhanoğlu dipastikan tersedia.
“Mereka telah berlatih sejak Senin. Mereka tidak mengalami masalah dan mereka siap bermain,”
Kehadiran dua gelandang kunci ini sangat vital, terutama dalam pertarungan lini tengah yang diprediksi sengit. Chivu menyadari duel taktik akan berjalan intens.
“Juventus ingin mendominasi. Mereka punya mobilitas dan banyak cara untuk menyakiti Anda,”
Ia juga menegaskan bahwa Inter harus siap menerima perubahan momentum dalam laga.
“Kadang dominasi berpindah dari satu tim ke tim lain. Juventus memiliki level tinggi,”
Dimarco dan Potensi Serangan Inter
Dalam aspek ofensif, Chivu menyoroti peran Federico Dimarco yang memberi banyak solusi lewat umpan silang dan visi bermainnya.
“Ketika Inter menyerang, kami bisa melukai lawan. Kami punya kualitas di lini tengah, dan Dimarco memberi banyak opsi,” tegasnya.
Artinya, Inter tidak hanya mengandalkan organisasi permainan, tetapi juga variasi distribusi bola dari sisi sayap untuk membongkar pertahanan Juventus.
Pelajaran dari Kekalahan 4-3 di Turin
Chivu juga merefleksikan kekalahan dramatis di Turin sebagai titik balik mental tim.
“Di Inter tidak ada waktu untuk memikirkan apa pun selain laga berikutnya. Setelah 4-3 itu, kami harus pergi ke Amsterdam dan membangun momentum positif,”
Ia memuji respons para pemain yang menunjukkan kebanggaan dan karakter. Menurutnya, keseimbangan emosional adalah fondasi utama kemajuan tim.
“Jika Anda bersikap ambisius setiap hari, semuanya menjadi lebih mudah bahkan di momen sulit,”
Respek untuk Spalletti dan Fokus pada Solusi
Chivu bahkan memberikan pujian personal untuk Spalletti.
“Ia sudah sangat bagus sebelumnya dan kini semakin berkembang. Timnya bermain dengan identitas jelas. Ia pelatih yang harus dijadikan contoh,”
Soal isu wasit, Chivu tegas menolak narasi menyalahkan perangkat pertandingan.
“Kesalahan itu manusiawi. Masalah sepak bola Italia bukan wasit. Saya dipilih untuk mencari solusi, bukan mengeluh,”
Sikap ini menunjukkan mentalitas kepemimpinan yang fokus pada kontrol internal, bukan faktor eksternal.
Duel Saudara Thuram: Cerita Indah di Balik Rivalitas
Laga ini juga menghadirkan subplot emosional saat Marcus Thuram berpotensi menghadapi saudaranya, Khephren Thuram.
Chivu melihatnya sebagai kisah indah.
“Saya akan bilang pada Marcus untuk tertawa bersama adiknya karena ia menyayanginya. Ia anak yang ceria. Mungkin ia perlu lebih egois dan lebih kejam di depan gawang,”
Bagi Chivu, ini bukan sekadar rivalitas, tetapi tentang nilai keluarga dan kebanggaan orang tua yang menyaksikan dua putranya bermain untuk dua klub terbesar Italia.
Derby Bukan Penentu, Tapi Ujian Mental
Meski penting, Chivu tidak menganggap laga ini sebagai penentu Scudetto.
“Liga masih panjang. Hasil sekarang lebih berdampak secara psikologis dibanding klasemen.”
Pernyataan ini mencerminkan pendekatan realistis namun ambisius. Derby d’Italia bukan akhir segalanya, tetapi menjadi tolok ukur kematangan Inter dalam menghadapi tekanan dan rival yang sedang bangkit.

Leave a Reply