Fabregas Akui Como Belum Selevel Inter dan Milan

Como 1907 kembali menunjukkan perkembangan positif di bawah arahan Cesc Fabregas.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang tanpa gol melawan Atalanta di Stadion Giuseppe Sinigaglia dalam matchday 23 Serie A 2025-26 tetap menjadi bukti bahwa proyek jangka panjang klub berjalan ke arah yang benar.

Dalam laga yang berlangsung ketat tersebut, Como tampil disiplin dan mampu meredam agresivitas tim tamu. Namun, minimnya penyelesaian akhir membuat pertandingan berakhir dengan skor 0-0.

Usai laga, Fabregas memberikan penilaian jujur dan penuh refleksi terhadap performa anak asuhnya.

Fabregas: Bukan Hari yang Tepat untuk Mencetak Gol

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa laga melawan Atalanta bukanlah momen ideal bagi timnya untuk mencetak gol.

“Ini bukan pertandingan yang tepat agar bola bisa masuk ke gawang. Hari ini tidak banyak yang perlu dianalisis. Kami tidak perlu menjadi panik,” ujar Fabregas.

Menurutnya, secara permainan Como sudah tampil sesuai rencana. Hanya saja, faktor keberuntungan dan ketajaman di lini depan belum berpihak.

Akui Level Inter, Milan, dan Juventus Masih di Atas

Fabregas juga dengan rendah hati mengakui bahwa Como masih berada di bawah level klub-klub besar Serie A seperti Inter Milan, AC Milan, dan Juventus.

“Kami belum berada di level Inter, Juventus, dan Milan. Tapi kami sedang menjalani sebuah proses,” lanjutnya.

Pernyataan ini menunjukkan sikap realistis sang pelatih. Ia memahami bahwa membangun tim kompetitif membutuhkan waktu, konsistensi, dan pengalaman.

Proses, Bukan Hasil Instan

Bagi Fabregas, hasil imbang ini bukanlah kegagalan. Justru, ia melihatnya sebagai bagian penting dari perjalanan panjang Como.

“Ada pertumbuhan. Ini adalah rencana kami. Kami sedang membangun sesuatu,” tegasnya.

Como saat ini memang dikenal sebagai salah satu tim dengan proyek jangka panjang yang serius, terutama dalam pengembangan pemain muda dan filosofi bermain modern.

Di bawah kepemimpinan Fabregas, tim tampil lebih terstruktur, berani menguasai bola, dan tidak ragu menghadapi lawan kuat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*