Pertandingan Inter Milan vs Juventus di pekan ke-25 Serie A 2025-26 bukan sekadar laga biasa. Derby d’Italia yang akan digelar di San Siro pada Minggu mendatang diprediksi mencetak rekor pendapatan tertinggi dalam sejarah rivalitas klasik Serie A.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport via FCInter1908, duel sarat gengsi ini berpotensi menghasilkan pemasukan luar biasa dari penjualan tiket dan hospitality. Atmosfer panas, rivalitas panjang, serta situasi klasemen yang kontras membuat laga ini semakin dinantikan.
Derby d’Italia: Rivalitas Terpanas Sepak Bola Italia
Derby d’Italia selalu menjadi magnet utama Serie A. Inter Milan dan Juventus bukan hanya dua klub tersukses di Italia, tetapi juga dua kekuatan yang selama puluhan tahun bersaing memperebutkan supremasi domestik.
Musim ini, tensi laga semakin tinggi karena perbedaan nasib kedua tim:
- Inter Milan memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan 12 poin.
- Juventus masih berjuang keras untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Perbedaan posisi tersebut justru menambah dramatisasi laga. Inter ingin mempertegas dominasi, sementara Juventus datang dengan misi menjaga harga diri dan peluang Eropa.
San Siro Diprediksi Penuh, Pendapatan Tembus Rekor
Dengan performa Inter yang konsisten di semua kompetisi, dukungan penuh dari tifosi Nerazzurri hampir pasti akan memadati tribun San Siro.
Stadion ikonik berkapasitas lebih dari 75.000 penonton itu diprediksi terisi penuh. Antusiasme luar biasa ini berimbas langsung pada sektor finansial.
Sebagai perbandingan:
- Derby melawan AC Milan pada November lalu menghasilkan pendapatan sekitar €8,6 juta dari penjualan tiket.
- Laga kontra Juventus kali ini mungkin tidak melampaui angka tersebut, tetapi tetap diperkirakan mencatat pemasukan masif dan berpotensi menjadi rekor baru dalam sejarah Derby d’Italia.
Faktor harga tiket premium, paket hospitality eksklusif, serta permintaan tinggi dari suporter internasional menjadi pendorong utama potensi rekor ini.
Momentum Emas Inter dan Ujian Mental Juventus
Inter Milan datang dengan kepercayaan diri tinggi. Konsistensi performa dan kedalaman skuad membuat Nerazzurri tampil stabil sepanjang musim.
Bagi pelatih Cristian Chivu, laga ini menjadi kesempatan emas untuk mencatat kemenangan besar pertamanya dalam laga prestisius Serie A sejak mengambil alih kursi kepelatihan.
Kemenangan atas Juventus tidak hanya berdampak pada klasemen, tetapi juga memperkuat legitimasi Chivu sebagai arsitek baru proyek jangka panjang Inter Milan.
Di sisi lain, Juventus menghadapi tekanan berbeda. Mereka wajib meraih poin demi menjaga posisi di zona Liga Champions. Kekalahan bisa memperumit persaingan di papan atas dan membuka celah bagi pesaing lain.
Dampak Finansial dan Branding Global
Rekor pendapatan bukan hanya soal angka tiket. Laga ini juga meningkatkan:
- Nilai komersial klub
- Exposure global melalui hak siar
- Daya tarik sponsor
- Penjualan merchandise
Bagi Inter Milan, ini adalah bukti bahwa performa apik di lapangan berbanding lurus dengan kekuatan finansial klub. Stabilitas olahraga dan bisnis kini berjalan beriringan.

Leave a Reply