Chivu Ungkap “Senjata Rahasia” Inter Usai Comeback Gila Lawan Como

Kemenangan dramatis Inter Milan atas Como dengan skor 4-3 bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang karakter, strategi, dan kecerdasan taktik.

Usai laga, pelatih Inter, Cristian Chivu pun mengungkap rahasia di balik kebangkitan luar biasa timnya.

Dalam laga pekan ke-32 Serie A 2025-26 tersebut, Inter sempat tertinggal 2-0 sebelum akhirnya membalikkan keadaan 4-3, dan memperlebar jarak menjadi 9 poin di puncak klasemen.

Chivu: “Tidak Mudah, Tapi Kami Tunjukkan Karakter”

Chivu mengakui laga berjalan sangat sulit sejak awal.

“Kami tahu ini tidak akan mudah. Mereka tim yang bermain untuk tujuan besar dan menunjukkannya di babak pertama dengan intensitas tinggi,” ujar Chivu.

Inter memang sempat kesulitan menghadapi tekanan Como, hingga tertinggal dua gol. Namun gol sebelum jeda menjadi titik balik penting.

“Kami berada dalam kesulitan, kami tertinggal dua gol, lalu gol sebelum turun minum sangat krusial, itu memberi kami kepercayaan diri. Di babak kedua kami meningkatkan tempo dan menunjukkan karakter. Kami berhasil melakukannya, tetapi itu tidak mudah,”

Bola Mati Jadi Senjata Rahasia

Salah satu kunci kemenangan Inter ternyata datang dari situasi bola mati. Chivu bahkan mengungkap bahwa timnya fokus penuh melatih set-piece pada pagi hari sebelum pertandingan.

“Tadi pagi kami hanya berlatih situasi bola mati, mempersiapkannya sebaik mungkin karena kami tahu itu adalah peluang besar untuk mencetak gol,”

Dengan eksekutor seperti Hakan Calhanoglu dan pemain dengan kemampuan udara yang kuat, Inter mampu memaksimalkan situasi tersebut.

“Kami memiliki pengumpan yang hebat dan pemain yang kuat dalam duel udara, jadi akan sangat disayangkan jika tidak memanfaatkannya,”

Hasilnya terlihat jelas:

  • Gol-gol krusial lahir dari skema bola mati
  • Inter tampil lebih efektif di babak kedua
  • Como kesulitan mengantisipasi

Dumfries Jadi Kunci Tambahan

Chivu juga memberikan pujian khusus kepada Denzel Dumfries yang mencetak dua gol dalam laga ini.

Menurutnya, kehadiran Dumfries memberi dimensi berbeda:

  • Kekuatan fisik di kotak penalti
  • Ancaman nyata saat bola mati
  • Pergerakan cerdas di tiang jauh

“Ia memberi kami kedalaman dan menjadi senjata tambahan, terutama dalam situasi bola mati,” jelas Chivu.

Sindiran Halus soal Scudetto

Meski Inter kini unggul jauh di puncak klasemen, Chivu justru menanggapi santai soal peluang juara.

Dengan gaya khasnya yang santai namun tajam, ia berkata:

“Saya akan seperti pelatih lain yang bicara soal Liga Champions. Kami senang semakin dekat ke target itu. Secara matematis, belum selesai.”

Pernyataan ini jelas bernuansa humor sekaligus sindiran halus terhadap kebiasaan pelatih lain yang menghindari pembicaraan soal gelar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*