Chivu Puji Hasrat Belajar Inter: Adaptasi Taktik Jadi Kunci di Era Baru Nerazzurri

Cristian Chivu kembali menegaskan bahwa Inter Milan tengah memasuki fase baru yang penuh pembelajaran dan adaptasi.

Usai kemenangan tipis namun krusial 1-0 atas Udinese di Bluenergy Stadium dalam laga pekan ke-21 Serie A 2025-26, pelatih asal Rumania itu memuji “hasrat luar biasa untuk belajar” yang ditunjukkan para pemain Nerazzurri dalam menyerap ide-ide barunya.

Gol cepat Lautaro Martinez pada awal laga hasil assist Francesco Pio Esposito sudah cukup untuk memastikan balas dendam Inter atas Udinese, yang sempat mengejutkan mereka dengan kemenangan 2-1 di San Siro pada 1 September lalu.

Hasil ini sekaligus mengokohkan Inter di puncak klasemen Serie A sebagai Winter Champions.

Era Baru Inter: Progres di Tengah Jadwal Padat

Berbicara kepada DAZN Italia, Chivu menyoroti perkembangan timnya yang terus menunjukkan kematangan, meski berada dalam periode transisi.

“Saya memiliki empat penyerang yang bekerja sangat baik bersama. Mereka saling melengkapi dan selalu mengutamakan kepentingan tim,” ujar Chivu.

Meski hanya menang dengan margin satu gol, Inter mampu menjaga fokus hingga peluit akhir.

Udinese menekan keras di menit-menit terakhir, namun solidnya pertahanan Nerazzurri memastikan clean sheet tetap terjaga.

Manuel Akanji dan Fleksibilitas Taktik Inter

Salah satu momen menarik dalam laga tersebut adalah keputusan Chivu mendorong Manuel Akanji bermain lebih ke tengah sebagai gelandang bertahan darurat.

Menurut Chivu, langkah ini adalah solusi situasional yang sangat berguna.

“Itu bisa menjadi solusi saat kami tertekan dan lawan banyak mengirim bola panjang ke kotak penalti. Akanji memberi kami kekuatan fisik tambahan untuk bertahan,” jelasnya.

Chivu juga menekankan bahwa perlindungan lini belakang Inter tidak hanya bergantung pada bek, tetapi dimulai dari pressing tinggi hingga kemampuan bertahan dalam blok rendah saat dibutuhkan.

“Seluruh tim belakangan ini bekerja sangat baik dalam melindungi lini pertahanan, dimulai dari pressing tinggi, atau ketika dibutuhkan dengan bertahan lebih dalam. Kami benar-benar ingin melanjutkan proyek ini, tetap kompetitif, dan meneruskan musim yang sejauh ini tidak buruk,”

“Ketika saya masih menjadi pemain, saya juga terkadang bermain di depan lini pertahanan. Sayangnya, saya tidak memiliki postur fisik seperti Akanji. Mungkin saya punya kualitas lebih, tetapi dalam lima menit terakhir pertandingan, yang dibutuhkan adalah bertarung habis-habisan,”

Bisseck Mulai Pahami Perannya

Tak hanya Akanji, Chivu juga memberi pujian kepada Yann Bisseck, yang dinilai mulai menunjukkan pemahaman lebih baik terhadap peran defensifnya.

“Saya juga melihat Bisseck mulai mengerti perannya dan bertahan dengan lebih baik,” tambah Chivu.

Pujian ini menegaskan bahwa proses adaptasi taktik Inter berjalan menyeluruh, melibatkan pemain inti hingga pelapis.

Hasrat Belajar Jadi Pembeda Inter

Chivu mengakui bahwa mengubah kebiasaan tim yang sudah mapan bukanlah hal mudah. Namun, ia melihat respons luar biasa dari para pemain.

“Tidak mudah bagi sebuah tim untuk mengubah kebiasaan. Tapi keinginan para pemain untuk belajar benar-benar luar biasa,” kata Chivu.

“Kami memulai dengan penggandaan pemain, berangkat dari keinginan para gelandang untuk berduel dengan para bek dan menjaga garis pertahanan tetap tinggi, dengan kesadaran bahwa hal itu berarti meninggalkan sedikit ruang di belakang dan mengambil risiko tersebut,”

Dengan jadwal padat, Inter banyak memanfaatkan analisis video sebagai sarana utama persiapan. Keterbatasan waktu latihan di lapangan justru membuat aspek pemahaman taktik menjadi krusial.

“Jika kami banyak menghabiskan waktu di ruang video, itu karena waktu persiapan sangat singkat. Namun semua pemain ingin menerapkan ide kami di lapangan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*