Inter Milan kembali menunjukkan mental juara. Bertandang ke markas Lecce di Stadion Via del Mare pada pekan ke-26 Serie A 2025-26, Nerazzurri mengamankan kemenangan 2-0 berkat gol di babak kedua dari Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji.
Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan tandang kesembilan secara beruntun bagi Inter di Serie A, sebuah rekor impresif yang mempertegas konsistensi mereka dalam perburuan Scudetto.
Namun laga ini tidak berjalan mudah. Lecce mampu menahan gempuran Inter hingga menit ke-75 sebelum kualitas pemain pengganti membuat perbedaan.
Chivu: “Saya Sudah Bilang, Tidak Ada Titolari”
Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih Cristian Chivu menegaskan kembali filosofi yang sejak awal ia gaungkan: tidak ada pemain inti dan cadangan, yang ada adalah satu tim.
“Masih ada beberapa pertandingan lagi. Saya harus memberi selamat kepada para pemain atas apa yang mereka lakukan. Ini semua adalah kerja keras mereka. Mereka adalah kelompok luar biasa yang selalu siap memberikan segalanya dan memahami momen,” ujar Chivu.
Chivu juga menyoroti bagaimana timnya tetap mampu menang meski tanpa sejumlah pilar seperti Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Denzel Dumfries, dan Lautaro Martinez.
Baginya, absennya nama-nama besar tidak mengurangi kualitas tim.
“Saya sudah bilang tidak ada pemain inti, tapi kalian tidak percaya. Kami punya 24 pemain plus pemain U-23. Semua penting dan punya karakteristik berbeda untuk membantu tim,”
Jadwal Padat dan Mental Baja
Inter baru saja menjalani perjalanan panjang dari Norwegia usai menghadapi Bodo/Glimt. Waktu pemulihan yang singkat tak menghalangi mereka untuk tampil solid.
“Kami menempuh perjalanan sangat panjang dari Bodo, hanya setengah hari istirahat, latihan singkat, lalu berangkat lagi. Saya harus memberi pujian kepada para pemain,”
Situasi ini menunjukkan kedalaman skuad Inter musim ini. Rotasi bukan lagi sekadar pilihan taktis, melainkan kebutuhan dalam menghadapi jadwal padat di berbagai kompetisi.
Fokus ke Bodo: Optimis Bisa Comeback, Tapi Waspada Transisi
Kini perhatian tertuju pada leg kedua play-off Liga Champions melawan FK Bodo/Glimt. Chivu optimistis peluang masih terbuka lebar.
“Kami bisa membalikkan keadaan. Di Bodo kami punya peluang besar, bahkan dua kali membentur tiang. Tapi kami menderita dalam transisi dan itu harus kami waspadai,”
Masalah transisi cepat lawan menjadi evaluasi utama. Inter sempat kesulitan menghadapi serangan balik cepat di laga sebelumnya. Namun dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki, peluang comeback tetap realistis.
Chivu hanya meminta satu hal:
“Saya hanya meminta para pemain untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka di hari itu.”

Leave a Reply