Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, akhirnya buka suara soal perubahan taktik mengejutkan saat timnya ditahan imbang 0-0 oleh Como 1907 pada leg pertama semifinal Coppa Italia 2025-26, Rabu (4/3/26) dini hari WIB.
Menurut Chivu, kondisi skuad memaksanya melakukan eksperimen yang belum pernah dicoba sebelumnya.
“Saya memiliki beberapa masalah yang harus diatasi, jadi kami terpaksa melakukan sejumlah perubahan. Ini pertama kalinya saya bermain dengan sepasang gelandang kreatif yang mendukung penyerang,” aku Chivu kepada Sport Mediaset.
Inter Dominan di Serie A, Tersendat di Kompetisi Piala
Meski nyaman memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan 10 poin, Inter justru kesulitan di kompetisi piala musim ini. Mereka sebelumnya tersingkir lebih awal dari Liga Champions usai kalah kandang dan tandang dari Bodo/Glimt.
Kini, langkah di Coppa Italia pun belum aman. Hasil imbang tanpa gol di Stadio Sinigaglia membuat penentuan tiket final harus ditentukan di San Siro pada 23 April mendatang.
Eksperimen Taktik: Dua Playmaker di Belakang Striker
Absennya Lautaro Martinez dan Ange-Yoan Bonny, serta kondisi Marcus Thuram yang belum 100 persen, membuat Chivu mengubah pendekatan.
Ia memainkan Andy Diouf dan Davide Frattesi sebagai dua gelandang kreatif di belakang striker muda Francesco Pio Esposito.
“Itu pertama kalinya kami membangun serangan dengan dua playmaker. Perubahan itu sangat memengaruhi dinamika permainan,” jelas Chivu.
Tak hanya di lini depan, Inter juga mengubah sistem bertahan dengan pendekatan man-to-man lebih agresif. Namun, Como sempat menyulitkan lewat skema unik dengan dua penyerang “false striker” yang sering turun ke lini tengah.
“Kami juga mengubah cara bertahan, terutama di area pertahanan sendiri. Kami mencoba menekan mereka satu lawan satu, tetapi sedikit terlambat saat wing-back kami menutup pergerakan bek kiri mereka. Ada dua penyerang Como yang sebenarnya bukan penyerang murni, mereka turun lebih dalam dan itu menimbulkan masalah bagi kami,”
Rotasi Demi Derby della Madonnina
Perubahan ini juga tak lepas dari jadwal padat. Inter hanya punya waktu 72 jam pemulihan sebelum laga ini dan harus bersiap menghadapi Derby panas melawan rival sekota, AC Milan, dalam Derby della Madonnina akhir pekan ini.
Chivu melakukan rotasi dengan membagi menit bermain untuk dua striker yang tersedia.
“Kami hanya punya dua penyerang, jadi kami berbagi waktu bermain. Para pemain memahami kesulitan laga ini dan memiliki pendekatan yang tepat,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengakui pertandingan tersebut bukanlah tipikal permainan Inter yang atraktif.
Akankah Formasi Ini Dipakai Lagi?
Pertanyaan besar kini: apakah eksperimen dua playmaker ini akan kembali digunakan saat menghadapi Milan?
Chivu masih belum memberi kepastian.
“Kami punya empat hari sebelum Derby. Kami akan melihat siapa yang tersedia dan kemudian memutuskan,”
Tekanan dan Humor Chivu
Di akhir wawancara, Chivu sempat bercanda dengan dua mantan rekan setimnya, Christian Panucci dan Andrea Ranocchia, yang menjadi analis di studio.
“Saya rasa saya lebih suka ketika mereka menghina saya. Saya sudah terbiasa dengan kritik akhir-akhir ini.” Ucapnya sambil tersenyum.

Leave a Reply