Mantan penyerang AC Milan dan AS Roma, Antonio Cassano, memberikan dukungan penuh kepada pelatih Inter Milan, Cristian Chivu.
Cassano bahkan yakin bahwa sang pelatih akan membawa revolusi besar bagi Nerazzurri pada musim depan (2026-27).
Dalam wawancara dengan Corriere della Sera yang dikutip FCInterNews, Cassano menilai Chivu telah melampaui ekspektasi di musim pertamanya sebagai pelatih kepala di level senior.
Musim Perdana Chivu yang Mengesankan
Meski sebelumnya tidak memiliki banyak pengalaman melatih di level tertinggi, Chivu berhasil membawa Inter tampil konsisten sepanjang musim ini.
Chivu bahkan berada di ambang mempersembahkan gelar ke-21 Serie A bagi Nerazzurri. Dengan hanya sekitar sepuluh pertandingan tersisa, Inter masih memimpin klasemen dengan keunggulan tujuh poin atas rival sekota mereka, AC Milan.
Tak hanya itu, Inter juga tinggal selangkah lagi menuju final Coppa Italia. Jika berhasil mencapai final dan memenangkan Serie A, klub berpeluang meraih double domestik pertama sejak era 2010.
Namun demikian, perjalanan Inter di Eropa harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan setelah tersingkir dari UEFA Champions League oleh klub Norwegia Bodo/Glimt pada babak gugur pertama.
Cassano Prediksi Perubahan Sistem Inter
Cassano percaya Chivu akan melakukan perubahan besar dalam gaya bermain Inter pada musim depan.
Menurutnya, pelatih asal Rumania itu dipengaruhi oleh filosofi sepak bola yang ia pelajari dari Ajax, yang dikenal mengedepankan permainan menyerang dan fleksibel.
“Saya yakin musim depan dia akan mengubah Inter, kemungkinan dengan sistem Empat bek di lini belakang. Akan ada restrukturisasi besar dalam tim,” ujar Cassano.
Perubahan tersebut tentu akan berdampak pada komposisi skuad, terutama di sektor lini tengah.
Cassano bahkan memprediksi Inter perlu mendatangkan dua gelandang baru, mengingat masa depan Hakan Calhanoglu yang dikabarkan bisa pindah ke Turki, sementara kondisi fisik Nicolo Barella dinilai mulai sering terkuras.
Ia juga menyinggung kemungkinan kebutuhan gelandang bertahan berkualitas seperti Stanislav Lobotka, yang menurutnya bisa saja bergabung dengan proyek pelatih Luciano Spalletti di masa depan.
“Mereka membutuhkan dua gelandang karena Hakan Calhanoglu akan pergi ke Turki, dan Nicolo Barella bahkan mulai kesulitan untuk terus berlari. Masalah dengan formasi 4-2-3-1 adalah harus memiliki winger yang kuat, yang harganya mahal, begitu juga dengan gelandang bertahan seperti Stanislav Lobotka, yang menurut saya akan bergabung dengan Luciano Spalletti.”
Kritik untuk Derby Milan
Selain membahas masa depan Inter, Cassano juga memberikan komentarnya mengenai Derby della Madonnina antara Inter dan Milan yang berlangsung akhir pekan lalu.
Menurutnya, pertandingan tersebut jauh dari kata spektakuler.
“Pertama-tama, Luka Modric adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah. Tetapi Derby itu sangat buruk. Permainannya terlalu lambat, tanpa ritme, dan tanpa kualitas,” katanya.
Cassano bahkan mengaku telah lama mengkritik kualitas permainan sepak bola di laga-laga besar Italia.
Pujian untuk Francesco Pio Esposito
Di akhir komentarnya, Cassano juga memberikan pujian kepada penyerang muda Inter, Francesco Pio Esposito.
Ia menilai pemain muda tersebut memiliki karakter yang baik serta etos kerja tinggi. Namun Cassano mengingatkan agar publik tidak memberikan tekanan berlebihan kepada pemain muda itu.
“Dia anak yang hebat, rendah hati, dan pekerja keras. Tetapi tahun lalu dia bermain di Serie B, dan sekarang sebagai starter dia merasakan tekanan,” jelas Cassano.
Ia juga menilai bahwa perbandingan dengan legenda seperti Christian Vieri terlalu cepat dan bisa menjadi beban bagi perkembangan Esposito.
“Kita tidak seharusnya memberikan terlalu banyak beban di pundaknya, dengan perbandingan seperti menyamakannya dengan Vieri.”

Leave a Reply