Cassano Sebut Inter Hanya Gagal Scudetto Jika Panggil Lagi Inzaghi

Mantan penyerang Inter Milan, Antonio Cassano kembali melontarkan pernyataan kontroversial soal peluang Inter dalam perburuan Scudetto musim ini.

Berbicara dalam acara Viva El Futbol di Roma, Cassano dengan tegas menyebut Nerazzurri hanya bisa kehilangan gelar jika membuat “bencana besar” atau jika mereka memanggil kembali Simone Inzaghi.

Komentar pedas ini langsung memantik perdebatan, terutama karena Inter saat ini tengah unggul 10 poin di puncak klasemen Serie A.

Inter di Atas Angin: +10 dan Sulit Dikejar

Dengan keunggulan Sepuluh poin atas rival terdekat, yakni AC Milan, posisi Inter sangat nyaman.

Secara matematis, peluang untuk tergelincir memang masih ada, tetapi secara performa dan konsistensi, Nerazzurri dinilai jauh lebih stabil dibanding para pesaingnya.

Cassano bahkan menyebut hanya “tsunami yang datang sekali dalam seratus tahun” yang bisa menggagalkan Inter musim ini.

“Saya punya kedekatan dengan banyak tim, wajar kalau saya seorang Interista. Tapi kalau tim saya bermain buruk, saya akan mengatakannya,” ujar Cassano.

“Scudetto? Hanya jika kami membuat bencana besar kami bisa kehilangannya. Kami jauh lebih kuat dari yang lain, seperti di tahun-tahun sebelumnya ketika kami sendiri yang membuat kekacauan,” tegas Cassano.

Pernyataan tersebut mencerminkan kepercayaan diri tinggi terhadap kedalaman skuad dan kualitas permainan Inter musim ini.

Sindiran Tajam ke Simone Inzaghi

Yang paling menyita perhatian tentu adalah komentar Cassano tentang Simone Inzaghi. Seperti diketahui, Inzaghi kini melatih klub Saudi Pro League, Al-Hilal setelah meninggalkan Inter Milan.

Cassano tanpa basa-basi menyebut bahwa jika Inter kembali menunjuk Inzaghi, maka gelar bisa lepas untuk “keempat kalinya.”

“Musim ini dengan keunggulan +10 poin, mungkin hanya tsunami yang datang sekali dalam seratus tahun yang bisa menggagalkannya,”

“Tapi karena kami sudah membuat tiga ‘bencana’ bersama Inzaghi, saya rasa itu tidak akan terjadi lagi,”

“Namun kalau kami memanggil kembali Inzaghi, kami bisa kehilangannya untuk keempat kalinya. Lebih baik dia tetap di Arab,”

Pernyataan ini jelas bernada kritik keras terhadap periode kepelatihan Inzaghi, meski secara statistik ia juga mempersembahkan trofi bagi klub.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*