Pernyataan mengejutkan datang dari Antonio Cassano. Sosok yang dikenal blak-blakan itu akhirnya mengakui kesalahannya terhadap Federico Dimarco.
Dalam program Viva el Futbol, Cassano secara terbuka melakukan kesalahan dan memuji performa bek sayap kiri Inter Milan, Dimarco yang dinilainya tampil luar biasa musim ini.
Dari Kritik Tajam ke Pengakuan Terbuka
Cassano bukan sosok yang mudah menarik ucapannya. Ia bahkan mengakui bahwa selama ini dirinya kerap “menghajar” Dimarco dengan kritik keras.
Namun titik balik terjadi setelah gol dan penampilan gemilang Dimarco di Dortmund. Sejak saat itu, Cassano mulai melihat sesuatu yang berbeda: konsistensi.
“Saya orang yang paling jelas dan langsung. Saya selalu mengkritik Dimarco. Tapi setelah gol di Dortmund dan penampilan hebat itu, saya mulai melihat kontinuitas,”
Pengakuan ini menunjukkan bahwa performa Dimarco benar-benar sulit untuk diabaikan, bahkan oleh kritikus sekeras Cassano.
Nomor 10 yang Bermain Jadi Bek Kiri
Pujian paling mencolok datang saat Cassano menyebut:
“Dia itu nomor 10 yang bermain sebagai bek kiri di Inter. Dia sedang menjalani musim terbaik dalam kariernya,”
Pernyataan ini bukan hiperbola. Dimarco memang dikenal memiliki kualitas teknis yang biasanya dimiliki playmaker:
- Umpan silang presisi
- Tembakan jarak jauh mematikan
- Visi permainan tinggi
- Keberanian mengambil risiko
Gol spektakulernya baru-baru ini kontra Genoa menjadi contoh nyata. Menurut Cassano, 99,9% pemain akan memilih mengirim umpan ke Marcus Thuram di kotak penalti. Namun Dimarco justru memilih mengeksekusi sendiri, dan hasilnya luar biasa.
“Gol yang dia cetak kemarin, 99,9% pemain akan mengirim umpan ke tengah untuk Thuram. Tapi dia mencetak gol yang luar biasa, gila,”
Fisik dan Determinasi yang Mengagumkan
Cassano juga terkesan dengan stamina Dimarco. Dalam laga melawan Genoa, ia mencatat bagaimana sang bek masih mampu berlari 70 meter pada menit ke-75, bergerak aktif di sisi kanan dan kiri lapangan.
Itu bukan hanya soal teknik, tetapi juga mentalitas dan kebugaran tingkat tinggi.
“Dia benar-benar membuat saya terkesan, saya angkat tangan. Sekarang saya menunggu saat dia bermain sebagai bek dalam di lini pertahanan empat, saya ingin melihatnya di sana. Tapi dia benar-benar mengesankan saya. Pada menit ke-75 melawan Genoa, dia masih berlari sejauh 70 meter, ke kanan dan ke kiri,”
Musim Terbaik dalam Karier
Menurut Cassano, ini adalah musim terbaik dalam karier Dimarco. Performa konsisten, kontribusi gol, serta dampaknya terhadap permainan Inter menjadikannya salah satu bek kiri paling komplet di Serie A saat ini.
Ia bahkan membandingkan situasi sekarang dengan era sebelumnya, di mana Dimarco sering ditarik keluar pada menit 60–65. Kini, ia menjadi pemain yang lebih matang dan krusial dalam skema tim.
“Dia sedang menjalani musim terbaik dalam hidupnya. Berbeda dengan era Inzaghi, saat itu dia sering ditarik keluar pada menit ke-60/65,”
Cassano: “Saya Senang Mengubah Pendapat”
Pernyataan paling jujur datang di akhir:
“Saya senang mengubah pendapat tentang Dimarco. Saya minta maaf atas kritik-kritik sebelumnya.”
Di dunia sepak bola yang penuh ego, pengakuan seperti ini jarang terjadi. Cassano menunjukkan bahwa analisis bisa berubah ketika fakta di lapangan berbicara.

Leave a Reply