Bek Inter Milan, Yann Bisseck memberikan respons jujur usai kemenangan dramatis Inter Milan atas Juventus dalam Derby d’Italia di pekan ke-25 Serie A 2025-26 yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Nerazzurri.
Berbicara di konferensi pers setelah laga, Bisseck menyinggung dua momen krusial: kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dan gol penyeimbang 2-2 yang sempat mengguncang Inter sebelum akhirnya memastikan kemenangan.
Soal Kartu Merah Kalulu: “Saya Tidak Melihat Apa Pun”
Insiden kartu merah Kalulu menjadi perbincangan panas sepanjang pertandingan. Namun, Bisseck mengaku tidak dapat memberikan komentar karena tidak melihat langsung kejadian tersebut.
“Saya tidak melihat apa pun. Saya berada di sisi lain lapangan. Saya tidak tahu apa yang terjadi, jadi saya tidak bisa mengatakan apa pun tentang itu,” ujar Bisseck.
Pernyataan ini menunjukkan sikap hati-hati sang bek yang memilih tidak berspekulasi atas keputusan wasit. Dalam laga sebesar Inter vs Juventus, setiap keputusan memang memiliki dampak besar terhadap jalannya pertandingan.
Inter Harus Lebih Baik dalam Mengelola Keunggulan
Meski menang, Bisseck mengakui ada aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal menjaga keunggulan.
Gol 2-2 yang bersarang ke gawang Inter dinilai terlalu mudah terjadi dan seharusnya bisa dihindari dengan manajemen permainan yang lebih matang.
“Kami harus bermain lebih baik. Kami tidak bisa kebobolan gol semudah itu seperti gol penyeimbang 2-2. Kami harus menonton ulang pertandingan untuk memahami apa yang bisa dilakukan dengan lebih baik,”
Evaluasi ini penting, mengingat laga-laga besar sering ditentukan oleh detail kecil dan konsentrasi di momen krusial.
Mentalitas Jadi Kunci Kemenangan
Terlepas dari kekurangan yang ada, Bisseck menyoroti sisi positif dari laga tersebut: mentalitas tim.
Setelah kebobolan gol penyeimbang, Inter tidak kehilangan fokus dan tetap percaya diri untuk meraih kemenangan hingga menit akhir.
“Yang penting adalah tetap percaya bahwa kami masih bisa menang setelah kebobolan gol penyeimbang. Dan itulah yang kami lakukan. Karena itu, semua orang sekarang senang.”
Sikap pantang menyerah ini menjadi fondasi penting dalam perburuan gelar, terutama saat menghadapi rival sekelas Juventus.
Inter Menang, Tapi Evaluasi Tetap Perlu
Kemenangan 3-2 atas Juventus tentu menjadi suntikan moral besar bagi Nerazzurri. Namun, seperti yang diungkapkan Bisseck, keberhasilan ini tidak boleh menutup mata terhadap kekurangan yang masih ada.
Manajemen keunggulan, konsentrasi bertahan, dan kedewasaan membaca situasi pertandingan akan menjadi faktor penentu dalam laga-laga berikutnya.
Jika Inter mampu menggabungkan mentalitas kuat dengan perbaikan taktis, mereka bukan hanya mampu menang dramatis, tetapi juga tampil lebih dominan dan stabil di papan atas Serie A.

Leave a Reply