Barzaghi: “Inter Sekarang Berbeda dari Musim Lalu, Chivu Pilih Gas Pol di Serie A”

Kemenangan Inter Milan atas Udinese di Bluenergy Stadium pada pekan ke-21 Serie A 2025-26 memunculkan tema besar yang patut didiskusikan, seperti disorot jurnalis senior Matteo Barzaghi dalam analisanya di Sky Sport.

Menurut Barzaghi, Inter Milan versi musim ini menunjukkan pendekatan berbeda dibandingkan musim lalu, khususnya dalam hal manajemen energi, rotasi pemain, dan prioritas kompetisi.

Inter Tak Lagi Setengah-Setengah: Pesan Tegas Chivu

“Ada satu hal yang perlu dibahas: apakah kalian melihat Inter ini dibandingkan musim lalu? Hari ini (kontra Udinese) mereka sebenarnya bisa mengistirahatkan lebih banyak pemain, tetapi tidak melakukannya,” ujar Barzaghi membuka analisanya. Ia menyoroti keputusan Inter yang tidak melakukan rotasi besar, meski jadwal padat dan laga Liga Champions melawan Arsenal sudah menanti.

Di musim lalu, Inter kerap memilih mengistirahatkan pemain inti di laga tertentu. Namun di Udine, pendekatannya berbeda. Cristian Chivu justru mengirim sinyal tegas: setiap laga Serie A adalah prioritas utama.

“Chivu memilih untuk mengirimkan sebuah sinyal, dengan sangat memprioritaskan pertandingan ini tanpa memikirkan Arsenal di Liga Champions,” sambung Barzaghi.

Perbedaan Nyata Dibanding Musim Lalu

Analisis Barzaghi menegaskan bahwa perubahan ini bukan kebetulan. Ada pergeseran prioritas yang jelas di tubuh Inter.

Musim lalu, keseimbangan antara kompetisi domestik dan Liga Champions terkadang membuat fokus terpecah. Kini, Inter tampil dengan pendekatan lebih agresif dan determinatif.

Meski kelelahan tak terhindarkan, terlebih dengan ritme bermain tiap tiga hari, Inter justru memperlihatkan kedewasaan sebagai tim juara melawan Udinese. Mereka tetap menjaga intensitas, disiplin taktik, dan kontrol permainan.

Udinese Bukan Lawan Mudah

Barzaghi juga mengingatkan bahwa kemenangan ini datang melawan tim yang tidak bisa diremehkan.

Udinese dikenal sebagai lawan yang selalu menyulitkan, terutama saat bermain di kandang sendiri.

Inter bahkan disebut bisa menutup laga lebih cepat jika lebih klinis. Namun keberadaan Udinese sebagai “signora squadra” membuat pertandingan tetap kompetitif hingga akhir.

“Patut digarisbawahi penampilan Inter, laga ini sebenarnya bisa dituntaskan lebih cepat, tetapi Udinese juga merupakan tim yang sangat bagus dan selalu sulit dihadapi. Inter meninggalkan sini dengan kepuasan besar.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*