Derby d’Italia akhir pekan ini diprediksi akan menjadi salah satu laga paling panas di awal musim Serie A 2025/26.
Menjelang duel klasik tersebut, eks gelandang Fiorentina dan Hellas Verona, Antonio Di Gennaro, melontarkan peringatan keras kepada Inter Milan. Menurutnya, kekalahan dari Juventus bisa membawa konsekuensi berat bagi skuad asuhan Cristian Chivu.
Start Positif, Langsung Dihantam Realita
Inter Milan sempat mengawali musim dengan manis lewat kemenangan telak 5-0 atas Torino di pekan perdana.
Namun, atmosfer optimisme itu langsung meredup ketika Udinese sukses mencuri kemenangan 2-1 di San Siro pada matchday kedua.
Hasil tersebut membuat Nerazzurri memasuki jeda internasional dalam kondisi penuh tekanan, terlebih rival utama mereka, Juventus dan Napoli, sudah lebih dulu tancap gas di papan atas klasemen.
Situasi ini tentu membuat Cristian Chivu berada dalam sorotan. Sang pelatih baru harus segera menunjukkan kemampuannya menjaga konsistensi tim jika tak ingin rasa percaya diri pemain dan fans semakin goyah.
Derby d’Italia: Ujian Berat untuk Chivu
Berjumpa Juventus di Allianz Stadium jelas bukan laga yang ideal bagi Inter untuk mencari kebangkitan.
Si Nyonya Tua tengah dalam kondisi prima setelah mencatat dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Ketangguhan lini belakang Juve yang dipimpin Gleison Bremer akan menjadi tantangan besar bagi Lautaro Martinez dkk.
“Kalau Inter kalah, mereka harus segera melakukan evaluasi. Dua kekalahan beruntun bisa memicu krisis mini di awal musim. Meski begitu, ini masih tahap awal,” ujar Antonio Di Gennaro kepada TMW Radio via FCInterNews.
Efek Psikologis: Antara Kebangkitan atau Krisis
Menurut Di Gennaro, hasil laga melawan Juventus akan sangat menentukan arah perjalanan Inter musim ini.
Jika menang, Inter bisa kembali menemukan momentum dan mengirim pesan tegas bahwa mereka tetap penantang serius Scudetto.
Namun, jika kalah, tekanan publik akan semakin besar terhadap Chivu, yang masih mencari pijakan kokoh di kursi pelatih.
“Derby d’Italia selalu punya beban psikologis tersendiri. Menang bisa jadi titik balik, kalah bisa memperdalam tekanan,” lanjutnya.
Sorotan Tambahan: Dusan Vlahovic
Selain membicarakan Inter, Di Gennaro juga menyinggung striker Juventus, Dusan Vlahovic. Meski sempat dikaitkan dengan Inter pada bursa transfer musim panas lalu, penyerang Serbia itu tetap bertahan di Turin dan tampil tajam dengan mencetak gol di dua laga awal Serie A.
“Saya tak bilang dia pemain buruk. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, level teknisnya menurun. Dengan gaji €12 juta per tahun, seharusnya dia bisa mencetak 20-25 gol semusim.” Tegas Di Gennaro.

Leave a Reply